29.5 C
Jakarta
Senin, 1 Juni 2026
BerandaHeadlineHari Lahir Pancasila: Nono Ajak Generasi Muda Lawan Polarisasi Digital dengan Nilai...

Hari Lahir Pancasila: Nono Ajak Generasi Muda Lawan Polarisasi Digital dengan Nilai Kebangsaan

- Advertisement -

Bandung, Indochannel.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Ketua KBPP Polri Sektor Sukajadi Bandung Nono Supriyono, mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai benteng pertahanan bangsa. Langkah ini dinilai penting untuk menghadapi ancaman perpecahan, berita bohong, serta perbedaan pandangan yang semakin tajam di ruang digital.

Menurut Nono, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya menjadi seremonial tahunan saja. Momen ini harus menjadi waktu bagi seluruh bangsa untuk merenungkan kembali dan memastikan nilai-nilai dasar negara tetap hidup, serta menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat penting bagi generasi muda yang tumbuh dan berkembang di tengah derasnya arus teknologi dan informasi.

- Advertisement -

“Saya mengajak generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding atau sekadar tulisan di buku sejarah,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Kang onot ini menilai, tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya masalah ekonomi atau situasi dunia, tetapi juga ancaman perpecahan sosial yang berkembang pesat melalui media sosial. Menurutnya, sistem yang ada di media sosial sering kali memperkuat perbedaan pendapat, menutup ruang diskusi, dan memicu pertikaian antarkelompok jika tidak diimbangi dengan kesadaran berbangsa yang kuat.

Oleh karena itu, Pancasila dianggap semakin relevan menjadi panduan moral dan arah tujuan bangsa agar Indonesia tetap utuh di tengah keberagaman yang dimilikinya.

“Pancasila adalah penunjuk arah yang telah terbukti ketangguhannya. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bukti nyata bahwa keberagaman lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku bangsa dapat disatukan dalam satu ikatan negara,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap persatuan kini hadir dalam bentuk yang lebih rumit. Berita bohong, ujaran kebencian, sikap tidak toleran, hingga provokasi berbasis identitas dapat menyebar dengan sangat cepat dan menjangkau jutaan orang. Dalam situasi ini, nilai persatuan, kerja sama, dan musyawarah yang terkandung dalam Pancasila menjadi kunci utama menjaga kestabilan masyarakat.

Nono menegaskan, generasi muda memiliki peran penting sebagai penjaga keutuhan negara. Mereka tidak hanya dituntut mahir dalam teknologi, tetapi juga harus memiliki karakter bangsa yang kuat agar tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang memecah belah persatuan.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini menegaskan kembali bahwa ideologi negara bukan sekadar warisan sejarah, melainkan solusi yang tetap relevan untuk menjawab tantangan di abad ke-21. Di tengah perubahan teknologi dan ketidakpastian global, Pancasila kembali diuji. Namun, sebagaimana telah dibuktikan sepanjang sejarah bangsa, nilai-nilai yang digagas para pendiri negara itu tetap menjadi perekat utama yang menjaga Indonesia tetap berdiri tegak sebagai bangsa yang besar dan beragam.

Latest news

Related news

- Advertisement -