26.8 C
Jakarta
Jumat, 3 Desember 2021
BerandaShowbizNirina Zubir Tahan Emosi Saat ART Menatap Sinis, Kenapa Tidak Merasa Bersalah?

Nirina Zubir Tahan Emosi Saat ART Menatap Sinis, Kenapa Tidak Merasa Bersalah?

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Nirina Zubir harus menahan emosi setelah dipertemukan dengan mantan asisten rumah tangga yang telah merampas aset ibunya hingga Rp17 miliar.

Saat menjumpai pers di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (18/11/2021), Nirina mengungkapkan kekecewaannya dengan napas tersengal.

- Advertisement -

“Saya juga harus menata emosi saya karena ini pertemuan pertama saya setelah orang di belakang saya ini ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan,” ucap Nirina Zubir.

Nirina merasa kesal lantaran ART terus menatap dengan sinis saat bertemu dengannya.

“Berat sekali hati saya untuk bertemu dengan saya dan tidak ada minta maaf. Jalan saja dia masih berani menatap mata saya seperti itu,” sambung Nirina Zubir.

Baca Juga :

Jadi Korban Mafia Tanah, Nirina Zubir Kehilangan Rp 17 Miliar

Dari kejadian tersebut, menimbulkan pertanyaan. Mengapa seseorang tidak merasa bersalah dengan kesalahan yang telah dilakukannya?

Mengutip detikcom, Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center mengatakan ada beberapa kemungkinan seseorang merasa tidak bersalah saat terbukti melakukan salah, salah satunya punya dendam pribadi.

“Ada kemungkinan juga biasanya memiliki kecenderungan masalah dengan kesehatan mentalnya,” ujar Rahma, Jumat (19/11/2021).

Bukan tidak mungkin sifat tak merasa bersalah menjadi tanda seseorang memiliki gangguan kepribadian. Bagi sebagian orang, meminta maaf dan mengakui kesalahan sama saja dengan tampak lemah.

Sementara itu, dikutip dari Psychology Today, Guy Winch psikolog dan penulis How To Fix a Broken Heart mengatakan seseorang yang tidak mengakui kesalahan biasanya memiliki harga diri yang rapuh. Mengakui kesalahan mereka pada dasarnya merupakan ancaman dan tidak bisa ditoleransi oleh ego mereka.

“Menerima bahwa mereka salah, menyerap kenyataan itu, akan sangat menghancurkan secara psikologis, mekanisme pertahanan mereka melakukan sesuatu yang luar biasa untuk menghindarinya,” kata Winch.

Ada semacam mekanisme pertahanan mereka melindungi ego mereka yang rapuh dengan mengubah fakta dalam pikiran mereka, sehingga mereka tidak lagi salah atau bersalah.

Latest news

Related news

- Advertisement -