26 C
Jakarta
Sabtu, 4 Desember 2021
BerandaShowbizJadi Korban Mafia Tanah, Nirina Zubir Kehilangan Rp 17 Miliar

Jadi Korban Mafia Tanah, Nirina Zubir Kehilangan Rp 17 Miliar

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id  – Nirina Zubir harus kehilangan Rp 17 miliar lantaran menjadi korban mafia tanah. Aset-aset Nirina yang berupa tanah dan bangunan itu raib digarong oleh mantan asisten rumah tangganya (ART) bernama Riri Khasmita.

Riri adalah ART yang sudah bekerja pada keluarga Nirina Zubir sejak 2009. Riri dipercaya oleh ibunda Nirina Zubir untuk mengurus sertifikat tanah yang ‘hilang’.

- Advertisement -

Namun ternyata sertifikat tanah itu tidak hilang. Ironisnya, Riri malah mengubah nama sertifikat tanah itu atas nama dirinya dan juga suaminya, Endrianto.

“Alih-alih bantu, dia membalikkan surat ibu saya atas nama ibu saya, atas nama saya satu, kakak saya juga yang lain. Jadi ada enam bidang tanah itu semua diganti atas nama dia dan suaminya. Terus empat suratnya itu digadaikan ke bank dan dua surat lain dijual,” terang Nirina Zubir, Rabu (17/11).

Polisi telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. Tiga di antaranya ditahan polisi.

Sementara itu, Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi menjelaskan, ada 6 sertifikat tanah milik keluarga Nirina Zubir yang dirampas oleh ART dan suaminya itu. Keenam sertifikat tersebut dibalik nama oleh tersangka Riri.

“Nah kemudian oleh Riri ini membalikkan nama seluruh sertifikat hak milik tersebut dengan menggunakan figur (palsu) dan bersama-sama notaris yang kita telah tetapkan tersangka,” terang Petrus.

Hingga kini polisi telah menetapkan lima orang tersangka. Tiga diantaranya adalah notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

“ART sudah ditahan. Itu tiga orang kita tahan dan dua orang lagi akan kita lakukan pemanggilan,” kata Petrus.

Petrus juga mengungkapkan dari 6 sertifikat tanah tersebut, diketahui dua di antaranya telah dijual ke pihak ketiga. Sementara 4 sertifikat lainnya telah diagunkan ke bank.

“Statusnya itu dua sertifikat itu sudah beralih dijual kembali ke pihak lain. Sementara empat lagi itu diagunkan ke bank,” ungkap Petrus.

Menurut Nirina Zubir, Riri Khasmita dan suaminya, Endrianto, menggunakan uang hasil rampasan itu untuk foya-foya.

“Saya sakit hati dan marah karena saya tahu ibu saya sederhana sekali karena ibu saya nggak pernah nikmati uangnya sendiri. Tapi dia (Riri dan Endrianto) beli mobil baru, dia jalan-jalan ke luar negeri, dia modalin adiknya sekolah di Malaysia dari hasil ibu saya,” kata Nirina Zubir.

Tak hanya itu, Nirina yang pernah menjadi presenter musik ini juga mengatakan jika ART menuding dirinya melakukan penyekapan. Hal ini terjadi ketika Nirina menginterogasinya di kosan ART.

“Ya kami dituduh melakukan penyekapan terhadap Riri Khasmita dan suaminya. Padahal kami juga punya bukti video dan foto bahwa itu nggak ada penyekapan,” katanya.

Setelah ART mengakui perbuatannya, lanjut Nirina, Dia justru mendapatkan caci maki dari ibu tersangka Riri.

“Saya malah dipanggil anak setan sama ibunya saat hari pertama Riri mengakui pemalsuan dokumen. Saat kami interogasi intens Riri di kosan itu ibunya datang dan maki-maki kita seolah-olah kita jahat,” ungkap Nirina.

Nirina pun mengapresiasi Polda Metro yang telah menetapkan 5 tersangka di kasus ini. Tiga orang di antaranya telah ditahan, termasuk tersangka Riri Khasmita. Nirina Zubir berharap ART yang telah berbuat jahat dihukum seadil-adilnya.

Kelima tersangka itu dijerat dengan pasal berlapis. Para pelaku dijerat dengan Pasal 378, 372, dan 263 KUHP tentang penipuan, penggelapan, dan pemalsuan dokumen.

Latest news

Related news

- Advertisement -