CILANGKAP, Indochannel.id – Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Penerangan TNI Angkatan Udara (Rakornispenau) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna Suharnoko Harbani, Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau) Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (11/3/2026).
Rapat dibuka langsung oleh Asisten Intelijen (Asintel) Kasau Marsma TNI Jatmiko Adi dan diikuti oleh para Kepala Penerangan dari seluruh satuan kerja TNI Angkatan Udara di berbagai wilayah Indonesia, baik secara tatap muka maupun melalui platform daring.
Dalam sambutannya, Asintel Kasau menegaskan bahwa Rakornispenau merupakan forum strategis untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, serta penyelarasan strategi komunikasi publik TNI AU agar semakin adaptif terhadap perkembangan lingkungan informasi yang terus berkembang pesat.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan laju aliran informasi saat ini menjadikan ruang digital sebagai domain strategis yang memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap institusi militer.
“Modernisasi alat, personel, dan sistem pertahanan dan keamanan (alpalhankam) yang sedang dilaksanakan TNI Angkatan Udara harus diiringi dengan modernisasi sistem komunikasi dan pengelolaan informasi. Kita harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, responsif terhadap dinamika publik, serta tangguh dalam menghadapi disinformasi dan propaganda digital,” ucapnya.
Rakornispenau tahun ini mengangkat tema utama “Transformasi Penerangan dalam Mendukung Modernisasi Alpalhankam guna Mewujudkan TNI AU AMPUH di Era Digital.”
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana juga menegaskan bahwa modernisasi alpalhankam harus berjalan seiring dengan modernisasi cara komunikasi kepada publik.
Menurutnya, di era digital saat ini, kekuatan pertahanan suatu negara tidak hanya diukur dari kecanggihan alat utama sistem tempur (alutsista), tetapi juga dari kemampuan mengelola persepsi publik, membangun kepercayaan masyarakat, serta menjaga keamanan ruang informasi dari ancaman disinformasi.
Acara ini menghadirkan narasumber ahli dari Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital serta praktisi konten kreator, yang memaparkan berbagai perspektif mengenai pengelolaan informasi yang efektif, dinamika perkembangan media sosial, dan strategi komunikasi publik yang sesuai dengan tuntutan era digital.

