BANDUNG, Indochannel.id – Puluhan pemuda terjaring razia narkoba di kawasan eks lokalisasi Saritem, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026). Sejumlah orang yang menjalani tes urine di lokasi dinyatakan positif narkotika. Polisi juga menemukan sabu, alat isap, plastik klip bekas, dan sejumlah obat-obatan terlarang.
Penggerebekan tersebut merupakan bagian dari Operasi Antik Lodaya yang digelar Polda Jawa Barat selama 10 hari untuk memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di sejumlah wilayah rawan.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, petugas menyisir sejumlah rumah di kawasan Saritem sekaligus memeriksa warga yang berada di lokasi. Tes urine dilakukan langsung untuk mengetahui dugaan penggunaan narkotika.
“Hasilnya tadi ada bong, kemudian sabu. Puluhan orang juga kami lakukan sidak tes urine di tempat, dan hasilnya positif,” kata Dedi di lokasi penggerebekan.
Dalam operasi tersebut, sekitar 300 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari Tim Prabu Lodaya, Satuan Dalmas Polrestabes Bandung, serta jajaran Polsek Andir.
Operasi dipimpin Kasat Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana, didampingi Wakasat Narkoba AKP Tanwim dan KBO Satnarkoba AKP Ronny. Petugas juga mengamankan sejumlah akses masuk dan keluar kawasan untuk mendukung penyisiran.
Puluhan pemuda yang terjaring pemeriksaan kemudian dikumpulkan di sebuah ruangan penampungan sementara. Setelah pendataan awal, mereka dibawa menggunakan truk Dalmas ke Mapolrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Hasil tes urine yang positif menjadi temuan awal dan belum dengan sendirinya membuktikan keterlibatan seseorang dalam peredaran narkotika. Polisi masih mendalami hasil pemeriksaan setiap orang yang diamankan, termasuk kaitannya dengan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Dedi menjelaskan, razia tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri untuk memberantas kawasan rawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Dia memastikan penindakan tidak berhenti di Saritem.
“Operasi akan terus berlanjut ke kampung-kampung maupun permukiman yang sudah masuk target operasi dan rawan terhadap narkotika,” tegas Dedi.
Selain permukiman, polisi juga akan menyasar tempat hiburan malam dan wilayah lain yang kerap dikeluhkan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Polrestabes Bandung masih mendalami hasil pemeriksaan terhadap para pemuda yang diamankan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

