28.8 C
Jakarta
Jumat, 17 April 2026
BerandaHeadlineAkademisi UPI Ditunjuk Kapolri Perkuat Transformasi Reformasi Polri Menuju Institusi Profesional

Akademisi UPI Ditunjuk Kapolri Perkuat Transformasi Reformasi Polri Menuju Institusi Profesional

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Dr. Andika Dutha Bachari akademisi dari Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebagai anggota Tim Transformasi Reformasi Polri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempercepat reformasi kepolisian menuju institusi yang lebih profesional, kredibel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Andika, yang dikenal memiliki keahlian mendalam di bidang penanganan kejahatan siber, akan bergabung dalam tim yang dipimpin oleh Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Dofiri, Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.

- Advertisement -

Tim ini dibentuk berdasarkan arahan Presiden untuk memperkuat transformasi Polri agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam pernyataannya, Dr. Andika menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi maksimal.

“Sebagai ASN dan abdi negara, saya siap memberikan yang terbaik demi kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Dengan pengalaman akademik di bidang kepolisian modern, Andika akan bekerja bersama anggota tim lainnya yang terdiri dari perwakilan kepolisian aktif, purnawirawan, dan tokoh masyarakat sipil.

Andika juga menegaskan visinya untuk mendukung reformasi Polri.

“Saya berharap kepercayaan yang diberikan dapat saya buktikan dengan hasil kerja yang memenuhi harapan masyarakat Indonesia, mengembalikan Polri ke khittahnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, kredibel, solid, humanis, dan demokratis,” tutupnya.

Penunjukan ini diharapkan menjadi katalis dalam mempercepat transformasi Polri, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian melalui pelayanan yang lebih humanis dan transparan.

Langkah ini juga menandai kolaborasi strategis antara akademisi dan praktisi kepolisian untuk menghadapi tantangan keamanan modern, termasuk kejahatan siber yang kian kompleks. (Nono Supriyono)

 

Latest news

Related news

- Advertisement -