Lumajang, IndoChannel.id – Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat (10/12/2021) sekira pukul 06.55 WIB.
Lava panas keluar dengan cepat dan membumbung tinggi. Melihat peristiwa itu, sejumlah relawan dan petugas pengamanan bencana berlarian menyelamatkan diri.
Beberapa mobil relawan langsung bergerak turun. Begitu juga dengan relawan yang menggunakan motor, dengan cepat meninggalkan lokasi bencana yang kondisinya terparah dan berada di ketinggian teratas itu.
Erupsi pagi ini sebenarnya sudah dideteksi sejak awal. Petugas yang ada di jalan raya Desa Kajarkuning, Kecamatan Candipuro sudah mengingatkan warga dan relawan yang akan menuju pemukiman yang terdampak erupsi, yakni Desa Supiturang dan Sumberwuluh.
“Bunyi seismograf seperti ini (keras). Mohon semuanya untuk tidak naik, bahaya,” kata salah satu petugas dan relawan yang berjaga di pintu masuk lokasi bencana.
Namun, warga yang telah mengetahui kondisi ini terlihat santai. Menurut warga, melihat semburan lava, kondisi ini tidak membahayakan.
“Kalau seperti itu, tidak akan bahaya,” ujar Tumiran, salah satu warga Dusun Curahkobokan yang pagi tadi memunguti benda berharga di rumahnya.
Menurutnya, semburan lava seperti itu diprediksi tidak akan berdampak ke wilayahnya, meski lokasi rumahnya berada di titik aliran lava dari puncak gunung.
“Hanya semburan saja. Yang bahaya itu kalau ada angin dan hujan,” katanya.
Erupsi berulangkali yang terjadi di puncak Gunung Semeru membuat kontur gunung berubah. Selain muncul kanal-kanal aliran lava, lubang di puncak gunung juga melebar dan menuju ke arah bawah.
Selain itu, terdapat sisa lava berwarna hitam yang berpotensi akan menimbulkan banjir lava jika hujan dan diprediksi bakal turun ke pemukiman warga.

