27.7 C
Jakarta
Kamis, 23 April 2026
BerandaNewsNusantaraViral, Polwan Dipukul Personel TNI, Gara-Gara Apa?

Viral, Polwan Dipukul Personel TNI, Gara-Gara Apa?

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Viral, seorang polwan terkena pukulan yang dilontarkan oleh personel TNI di Kalimantan Tengah. Polwan tersebut bertugas di Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) sedangkan prajurit TNI merupakan personel Batalyon Raider 631 Antang.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Eko Saputro menjelaskan kondisi terkini Bripda TNS usai kasus pemukulan yang telah diselesaikan secara damai tersebut.

- Advertisement -

“Bripda Tazkia sehat, nggak apa-apa. Memar saja di tangan dan kepala,” ujarnya saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/12/2021).

Eko memastikan Bripda Tazkia dalam kondisi sehat. Bahkan, Eko menyebut Tazkia sudah bertugas kembali seperti biasa.

“Dalam kondisi sehat dan sudah berdinas kembali,” ucapnya.

Kasus ini menjadi viral di media sosial. Muncul pula tagar #SavePolwan sebagai bentuk dukungan terhadap Bripda TNS agar kasus ini diusut secara tuntas dan diproses hukum.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara terkait kasus ini. Dia menegaskan akan memproses hukum jika prajurit TNI terbukti melanggar aturan.

“Saya akan proses hukum,” tegas Jenderal Andika Perkasa.

“Segera,” tambah Andika.

Komandan Korem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Yudianto Putrajaya juga sudah memberi penjelasan. Dia membenarkan adanya peristiwa ini, tapi menurutnya narasi yang viral di media sosial dilebih-lebihkan dari fakta lapangan.

“Cerita sebenarnya itu kan sudah terjadi. Yang beredar itu kan dilebih-lebihkan. Sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Yudianto.

“Itu kan kesalahpahaman. Anak-anak itu di kafe. Intinya sudah diselesaikan, saya dan Kapolda sudah menyelesaikan. Sudah damai,” sambungnya.

Yudianto mengatakan tidak ada kerugian material akibat peristiwa tersebut. Dia juga mengatakan prajurit TNI yang terlibat diproses hukum.

“Untuk menghindari berita-berita liar, nanti dari Kabid Humas Kapenrem rilis di Korem jam 9,” ujarnya.

“Saya tegaskan itu walaupun sudah selesai secara damai, tetap saya ke dalam itu melakukan proses hukum, penyelidikan melalui POM. Sehingga ada efek deterrent, efek jera bagi anggota lain. Tetap saya sebagai Danrem menyatakan benar yang benar, salah yang salah,” tegasnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -