32.7 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus 2022
BerandaHeadlineKisah Pilu Novia Widyasari, Ini Pengakuan Sang Kekasih Soal Aborsi Dua Kali

Kisah Pilu Novia Widyasari, Ini Pengakuan Sang Kekasih Soal Aborsi Dua Kali

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Kisah hidup yang memilukan datang dari seorang mahasiswa di salah satu Universitas di Mojokerto. Novia Widyasari ditemukan meninggal dunia di pusara makam ayahnya. Kabar ini pun seketika menjadi perbicangan publik di media sosial.

Berdasarkan kabar tersebut, Novia nekat mengakhiri hidupnya karena dipaksa melakukan aborsi oleh kekasihnya Bripda Randy Bagus, anggota Polres Kabupaten Pasuruan.

- Advertisement -

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung bertindak. Ia memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus ini. Bidpropam Polda Jatim pun turun tangan memeriksa Randy.

Namun dalam pemeriksaan pengakuan Randy berbeda dengan kisah Novia yang viral di media sosial. Dalam unggahan di media sosial, Novia mengaku dipaksa aborsi dan berhubungan intim dengan Randy.

Sedangkan versi Randy, anggota Polres Pasuruan itu mengaku menjalin hubungan asmara dengan Novia sejak Oktober 2019. Menurut pengakuannya, dia dan Novia berhubungan layaknya suami istri di tempat kos dan di hotel di Malang sejak 2020 sampai 2021. Akibatnya, sang kekasih dua kali hamil.

Menurut Randy lagi, mereka sepakat memilih menggugurkan kehamilan tersebut. Aborsi pertama pada Maret 2020 dilakukan saat usia kandungan Novia Widyasari baru hitungan minggu. Sedangkan aborsi kedua pada Agustus 2021 saat kandungan Novia berusia empat bulan. Dua kali aborsi tersebut menggunakan obat Cytotec.

“Ketika diketahui positif (Novia hamil), mereka bersama-sama beli obatnya, pertama maupun yang kedua,” kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Sabtu (4/12/2021).

Akibat perbuatannya tersebut, Randy ditahan di Polda Jatim sejak Sabtu (4/12). Ia terancam dipecat karena dinilai melanggar pasal 7 dan 11 Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian. Tidak hanya itu, ia juga akan dijerat dengan Pasal 348 KUHP tentang Aborsi juncto Pasal 55 KUHP. Hukuman 5 tahun penjara sudah menantinya.

“Kami tidak pandang bulu, kami terapkan pasal-pasal ini terhadap siapa pun anggota yang melakukan pelanggaran,” tegas Slamet.

Latest news

Related news

- Advertisement -