32.7 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus 2022
BerandaNewsNusantaraBingung Maju Nyapres atau Tidak, Ridwan Kamil: Duit Triliun Darimana?

Bingung Maju Nyapres atau Tidak, Ridwan Kamil: Duit Triliun Darimana?

- Advertisement -

Sleman, IndoChannel.id – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih tiga tahun lagi namun banyak parpol yang sudah mengantongi siapa calon presiden yang diusungnya. Tak hanya itu, banyak juga orang yang telah mengusulkan dirinya untuk menjadi calon presiden di tahun 2024 mendatang.

Salah satunya datang dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Saat ditanya apakah Ia akan maju sebagai capres atau tidak, Kang Emil, sapaan akrabnya mengaku masih bingung dan belum memutuskan. Ridwan Kamil mengatakan saat ini posisinya berada diantara dua pilihan.

- Advertisement -

“Kita bicara realita ya, jadi posisi saya itu ada dua pilihan ibaratnya dua pintu lah. Pintu pertama melanjutkan periode kedua karena saya kan gubernur baru periode satu. Kalau saya pilih pintu yang kiri ya saya 2024 ikut Pilgub lagi untuk 5 tahun berikut,” kata Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam diskusi Fisipol Leadership Forum: Road to 2024 yang diadakan Fisipol UGM, Yogyakarta, Kamis (2/12/2021).

“Atau pintu kedua kepemimpinan nasional karena Pak Jokowi kan selesai dalam dua periode,” sambungnya lagi.

Ridwan Kamil juga menyebutkan setidaknya untuk maju menjadi pemimpin Indonesia harus punya tiga syarat.

“Nah saya belajar dari dua kali pilkada sebagai penganten Pilkada bahwa untuk maju menjadi pemimpin di Indonesia syaratnya tiga satu elektabilitas dan kesukaan dua ada logistik, mahal kan triliunan yang saya dengar untuk jadi presiden menurut riset. Nah Rp 8 triliun, ini duit dari mana Rp 8 triliun yang ketiga adalah partai yang mengusung karena sistem demokrasinya seperti itu,” paparnya.

RK mengaku hanya memiliki modal elektabilitas saja. Dia pun mengaku belum mendapatkan modal dukungan dari parpol yang mengusungnya maju Pilpres 2024.

“Dua yang terakhir saya belum punya. Duit triliun dari mana partai juga belum kan begitu, yang saya miliki sekarang hanya harta nomer satu yaitu elektabilitas dan kesukaan. Nah setelah saya teliti, elektabilitas kesukaan itu berbanding lurus dengan kinerja kombinasi tadi teknokratis pencapaian populis,” ucapnya.

“Nah jadi sekarang saya meningkatkan nomer satu yang saya miliki aja karena itu yang paling murah. Dengan kerja baik ya sesekali populisme kan bikin konten melaporkan apa ya saya seimbangkan di situ,” sambungnya.

Namun, RK mengaku tidak akan menolak jika ada partai yang akan meminangnya maju Pilpres 2024.

“Nah jadi kalau nomer satunya baik tiba-tiba saya diberi nomer tiga, diusung partai gitu ya untuk ke pemimpin nasional ya saya tidak akan menolak, kira-kira begitu,” katanya.

RK pun mengaku soal keinginannya nyapres. Dia merasa percaya diri karena punya pengalaman mengikuti dua kali Pilkada.

“Kalau ditanya mau nyalon, saya tunggu pintunya terbuka karena saya tidak bisa membuka kunci, yang buka kuncinya bukan saya,” ucapnya.

“Tapi kalau pintunya yang sudah dibuka kuncinya dan dipersilakan dua kali saya ikut pilkada ya punya metode-metode cara memenangkan kompetisi demokrasi lah kira-kira, bismillah,” imbuh RK.

Tak hanya itu, RK menerapkan politik tahu diri. Sebab, dirinya sadar jika secara politik bukan anggota partai dan belum pasti diusung. Oleh karena itu, jika tidak ada partai pengusung maka dirinya akan melanjutkan untuk melanjutkan periode keduanya menjadi Gubernur Jabar.

“Tapi juga akan tau diri, tadi kan politik tahu diri, jadi politik tau diri itu saya harus tahu, Anda itu siapa diusung partai belum pasti, anggota bukan. Jadi kalau nggak ya harus terima karena saya tahu diri,” katanya.

“Jadi kalau ternyata tidak ada partai yang mengusung yang paling realistis dalam menu politik saya adalah melanjutkan gubernur jilid dua,” pungkasnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -