26.8 C
Jakarta
Jumat, 3 Desember 2021
BerandaFinancePunya Usaha Tapi Produk Belum Bersertifikasi Halal? Simak Disini Cara Daftar dan...

Punya Usaha Tapi Produk Belum Bersertifikasi Halal? Simak Disini Cara Daftar dan Syaratnya

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Di jaman sekarang ini, semakin banyak masyarakat yang memiliki Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, tak banyak dari mereka yang usahanya sudah berlabel halal.

Sebagian masyarakat masih menganggap jika proses sertifikasi halal itu adalah sesuatu yang sulit. Tetapi, tahukah Anda manfaat yang akan didapatkan jika produk usaha sudah bersertifikasi halal?

- Advertisement -

Mengutip Okezone.com dalam Special Dialogue bersama Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Kementerian Agama Mastuki, produk yang didaftarkan sertifikasi halal akan mendapatkan banyak manfaat. Salah satunya adalah produk akan mendapat nilai tambah. Hal ini juga akan berdampak pada omzet penjualan.

“Orang semakin yakin melihat logo halalnya, maka ini kemungkinan akan berdampak pada omzet,” ungkap Mastuki.

Lalu, dengan sertifikasi halal produk akan memiliki daya saing yang tinggi dibanding yang belum memiliki sertifikasi. Sebuah barang yang tersertifikasi juga akan terjamin keamanannya, higienis, dan mutu dari produk tersebut.

“Kalaupun sama-sama halal karena halal dan toyib itu pasti bermutu, higienis, aman. Semua terjamin kalau sudah halal dan toyib maka itu berdampak juga kepada produk.,” ungkapnya.

“Masih banyak manfaat-manfaat yang lainnya tapi dua ini tujuan utama sertifikasi halal,” sambungnya lagi.

Bagi Anda yang akan mendaftarkan produk bersertifikasi halal, tak perlu khawatir. Kini, untuk mendapatkan sertifikasi halal lebih mudah dari beberapa tahun sebelumnya. Bahkan, pendaftaran sertifikasi sudah dapat dilakukan secara online melalui Si Halal (Sistem Informasi Halal) dengan mengakses https://ptsp.halal.go.id/.

Adapun syarat yang harus dilengkapi pelaku UMKM sebelum mendaftar sertifikasi halal antara lain Nomor Induk Perusahaan, NIK, NPWP, nama produk, nama usaha, serta profil perusahaan.

Jika persyaratan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) tersebut telah terdaftar ke sistem OSS, data akan terintegrasi ke Sihalal. Langkah selanjutnya yaitu menyelesaikan pendaftaran di Sihalal. Karena data pokok telah terintegrasi, pelaku usaha tinggal melengkapi beberapa isian yang tersedia, salah satunya tentang penanggung jawab atau penyelia halal.

Menurut Mastuki, penyelia halal adalah seseorang yang bertanggung jawab atas proses halal suatu produk. Ia harus mengetahui bagaimana produk tersebut diolah, mulai dari bahan baku hingga proses pembuatannya. Lanjutnya, penyelia halal sebaiknya mengikuti pelatihan terlebih dahulu.

“Bagusnya, penyelia halal ini ikut pelatihan. Kami menyediakan pelatihan-pelatihan itu baik BPJPH, ada lembaga-lembaga di perguruan tinggi juga ada, LSM ada juga yang melatih penyelia-penyelia halal ini. Itu bisa diikutkan. Nanti kalo sudah dapat sertifikat penyelia halal, itu cakep, lebih keren lagi. Jadi itu udah memenuhi syarat. Nah tapi kalaupun belum, ndak ada masalah. Kami masih masa transisi dari itu sampai nanti 2024,” ujar Mastuki.

Latest news

Related news

- Advertisement -