26.8 C
Jakarta
Jumat, 3 Desember 2021
BerandaNewsNusantaraTuntut UMP 2022 Naik 10 Persen, Ribuan Buruh Akan Gelar Unjuk Rasa...

Tuntut UMP 2022 Naik 10 Persen, Ribuan Buruh Akan Gelar Unjuk Rasa Nasional pada 28-30 November 2021

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Unjuk rasa nasional akan dilakukan oleh ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan berbagai federasi lainnya pada 28 hingga 30 November 2021 mendatang di Istana Negara, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan DPR RI.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan para buruh protes atas kebijakan upah minimum 2022 yang telah ditetapkan pemerintah belum lama ini.

- Advertisement -

“Akan ada aksi besar-besaran di Istana Negara, kantor Menteri Ketenagakerjaan dan DPR RI itu namanya unjuk rasa nasional, besar-besaran puluhan ribu (buruh) gabungan dari 60 federasi serikat buruh di tanggal 28, 29, 30 bulan ini,” katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/11/2021).

Buruh menuntut dua hal yaitu pertama, meminta upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten (UMK) 2022 naik sebesar 7-10%. Jika diadakan nilai runding, pihak buruh menawarkan angka yang lebih rendah.

Kedua adalah meminta hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membatalkan UU Cipta Kerja setidaknya yang dicabut klaster Ketenagakerjaan.

“Itulah tuntutan yang disuarakan oleh buruh yang akan melakukan aksi,” jelasnya.

Dari unjuk rasa ini, buruh akan melihat reaksi pemerintah apakah tuntutan mereka didengar dan dikabulkan atau tidak. Jika dianggap hanya angin lalu, pihaknya bakal melanjutkan dengan aksi mogok nasional pada 6-8 Desember 2021 yang akan diikuti 2 juta buruh di seluruh Indonesia.

“Aksi ini meluas di 30 provinsi, lebih dari 150 kabupaten/kota yang melibatkan ratusan ribu pabrik dengan perkiraan jumlah anggota yang mogok nasional adalah 2 juta orang,” tuturnya.

Said juga mengungkapkan lokasi aksi mogok nasional adalah di sebagian kantor gubernur, bupati/wali kota daerah masing-masing dan lingkungan pabrik dengan tidak melakukan produksi mulai jam 08.00-18.00 waktu setempat.

“Keluar dari lingkungan pabrik, setop produksi, ke luar dari ruangan produksi, menuju lingkungan pabrik,” jelasnya.

Mogok nasional juga akan melibatkan kaum petani yang terlibat dalam Serikat Petani Indonesia, pekerja nelayan yang tergabung dalam Serikat Nelayan Indonesia, guru/tenaga honorer, hingga pekerja transportasi baik di darat dan laut.

“Karena dua agenda itu jadi concern atau perhatian dari seluruh elemen golongan rakyat,” tandasnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -