26.8 C
Jakarta
Jumat, 3 Desember 2021
BerandaNewsNusantaraKisah Tersangka Hoax Babi Ngepet yang Dituntut 3 Tahun Penjara, Kini Anak...

Kisah Tersangka Hoax Babi Ngepet yang Dituntut 3 Tahun Penjara, Kini Anak Harus Putus Sekolah

- Advertisement -

Depok, IndoChannel.id – Adam Ibrahim tersangka kasus hoax yang menyebutkan adanya isu dugaan babi ngepet di Bedahan, Depok hingga membuat kerumunan dituntut 3 tahun penjara.

Adam Ibrahim dinilai jaksa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong.

- Advertisement -

“Menuntut, satu, menyatakan Terdakwa Adam Ibrahim telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” kata jaksa penuntut umum Alfa Dera di PN Depok, Depok, Jawa Barat, Selasa (9/11).

Jaksa meyakini perbuatan Terdakwa Adam Ibrahim melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Terdakwa dituntut 3 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Adam Ibrahim oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun,” katanya.

Adam Ibrahim pun mengaku akan mengajukan pleidoi terkait tuntutan tersebut.

“Mengajukan pleidoi Yang Mulia,” kata Adam di PN Depok, Depok, Jawa Barat, Selasa (9/11).

Pengacara Adam, Edison mengatakan pihaknya akan mengajukan pleidoi secara tertulis. Sidang pun ditunda dan akan dilanjutkan pada Selasa (16/9) pekan depan dengan agenda pembacaan pleidoi terdakwa.

Edison mengaku keberatan dengan tuntutan jaksa 3 tahun penjara terhadap kliennya. Hal itu disampaikan Edison usai persidangan.

“Masyarakat itu sebetulnya tidak dirugikan dengan adanya, kalaupun itu dianggap berita keonaran, kalau dianggap berita keonaran, apa ada kerusuhan atau ada dampak-dampak yang lain? Kan terlihatnya tidak, tapi cuma mereka masyarakat yang menonton itu hanya penasaran apakah betul itu ada babi atau nggak,” kata Edison.

Dibalik tuntutannya ini, bak pepatah ‘sudah jatuh tertimpa tangga pula’, Adam harus menghadapi kenyataan jika kedua anaknya terpaksa putus sekolah karena terkendala biaya.

“Saya punya 2 anak. Sekarang mereka putus sekolah karena saya yang biayain semua. Adik saya juga tidak bisa melanjutkan kuliahnya, karena saya andelannya,” kata Adam, dalam sidang pemeriksaan terdakwa, di PN Depok, Depok, Selasa (2/11/2021).

Adam menyebut keluarganya terlantar lantaran dia menjadi tulang punggung keluarga. Adam mengaku selain berdakwah, dia biasanya membuat kerajinan keranjang, tetapi saat dia ditahan istrinya tidak bekerja.

“Karena setiap hari selain dakwah kerjaan saya membuat pengrajin kandang,” ujarnya.

Namun, penyesalan hanya ada di akhir kisah, atas perbuatannya, Adam harus menerima hukuman. Kini Ia hanya bisa meminta maaf kepada warga yang telah dibohongi, terutama yang melakukan telanjang bulat saat menangkap babi ngepet. Adam mengaku telah bertaubat dan tidak mau mengulangi kesalahannya.

“Saya minta maaf dan di polsek juga sampai saat ini saya tidak pernah berhenti yang namanya solat sunnah taubat, segala macem,” kata Adam.

“Saya mohon ampun kepada Allah SWT karena semua keluarga saya anak saya yang menjadi korban atas ulah saya. Demi Allah demi rasul saya tidak akan mengulangi hal ini. Setelah ini saya akan hijrah,” ujarnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -