26 C
Jakarta
Sabtu, 4 Desember 2021
BerandaNewsNusantaraSusur Sungai, 11 Siswa MTs di Ciamis Tewas Tenggelam

Susur Sungai, 11 Siswa MTs di Ciamis Tewas Tenggelam

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Susur sungai yang dilakukan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ciamis menimbulkan banyak korban.

Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung tewas tenggelam di Sungai Cileueur, Leuwi Ili, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis, Jumat (15/10/2021).

- Advertisement -

Akibat kejadian ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut menyampaikan bela sungkawa kepada korban.

“Turut berduka cita yang sangat mendalam, atas musibah susur sungai yang menimpa siswa siswi Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Ciamis,” ujar Kang Emil, melalui unggahan Instagram miliknya, Sabtu (16/10/2021).

Kang Emil menegaskan bahwa semua korban telah ditemukan dan dievakuasi.

“Semua korban sudah ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” imbuhnya.

Ridwan Kamil pun meminta kepada pihak tersebut, khususnya Kementerian Agama setempat dan Bupati Ciamis agar proyek tersebut.

“Saya sudah meminta Bupati Ciamis dan Kemenag Jawa Barat agar betul-betul melakukan kegiatan2 cinta alam yang berisiko melalui pengetatan standar keamanan dan keselamatan yang maksimal,” pintanya.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan bahwa korban sempat terbawa arus sungai.

“Memang kondisi udaranya tenang, tak terlupakan 11 orang pelajar ini terbawa arus yang kuat dan menuju muara sungai. SAR gabungan menemukan para korban berada di sana, semuanya,” ujar Herdiat.

Herdiat menjelaskan bahwa kegiatan susur sungai memang rutin dilakukan pihak MTs Harapan Baru. Tetapi kali ini kegiatan ekstrakurikuler sekolah tersebut menyebabkan 11 siswa meninggal dunia dan sebagian besar berasal dari luar daerah Ciamis.

“Kami sempat berkunjung mengunjungi sekolah MTs Harapan Baru Cijantung dan dari mereka yang ikut melakukan susur sungai, kelas 7 dan 8 ada 150 orang. Sudah kembali ke sekolah 139 orang. Dari 11 orang yang belum kembali ke sekolah, ada delapan laki-laki dan tiga orang perempuan, hingga mereka ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia,” jelas Herdiat.

Ia menjelaskan, saat itu udara di sungai relatif tenang. Akan tetapi pada Jumat siang, tiba-tiba ada arus kuat dari hulu ke muara sungai dan semua korban hingga tewas tenggelam.

Kemudian salah satu guru mencoba menolong, namun sang guru justru pingsan di lokasi sehingga tidak bisa menyelamatkan para korban.

“Ada beberapa orang guru sekarang ini masih mendapat pertolongan setelah mereka berusaha menyelamatkan siswanya, tapi enggak berhasil,” pungkas Herdiat.

Latest news

Related news

- Advertisement -