32.9 C
Jakarta
Sabtu, 23 Oktober 2021
BerandaKesehatanApa itu Badai Sitokin Yang Menyerang Deddy Corbuzier Hingga Mengalami Kritis?

Apa itu Badai Sitokin Yang Menyerang Deddy Corbuzier Hingga Mengalami Kritis?

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Beberapa waktu lalu Deddy Corbuzier mengaku bahwa dirinya sempat mengalami kritis lantaran badai sitokin yang terjadi akibat terpapar virus Covid-19.

Lalu, apa badai sitokin itu?

- Advertisement -

Badai sitokin merupakan sindrom yang bisa terjadi pada pasien Covid-19. Sindrom ini sangat berbahaya selain berpotensi mengakibatkan kompilasi pernapasan, Sindrom ini juga dapat merenggut nyawa.

Baca Juga :

Nekat Covidkan Diri Demi Temani Deddy Corbuzier, Azka : Aku Belum Siap Untuk Tanpa Papa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, badai sitokin merupakan kondisi respons imun tubuh yang berlebihan.

Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh infeksi. Sitokin adalah protein yang mengomunikasikan sinyal-sinyal dalam tubuh untuk merespons infeksi.

Pada kondisi yang normal, sitokin bertugas membantu mengkoordinasikan respons sistem kekebalan tubuh untuk menangani zat menular.

Namun dalam kondisi yang berbeda sitokin dapat merugikan kesehatan tubuh, seperti menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

Seperti yang dilansir Very Well Health, orang yang mengalami sindrom badai sitokin, sitokin tertentu hadir dalam darah dalam jumlah yang lebih tinggi dari batas normal. Adapun pada pasien Covid-19, peningkatan beberapa sitokin inflamasi dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut, yakni penyebab utama kematian pada penyintas Covid-19.

Gejala Badai Sitokin dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda.

Berikut gejala badai sitokin:

1. Demam dan menggigil

2. Kelelahan

3. Pembengkakan ekstremitas

4. Mual dan muntah

5. Nyeri otot dan persendian

6. Sakit kepala

7. Ruam

8. Batuk

9. Sesak napas

10. Napas cepat

11. Kejang

12. Menggigil

13. Kesulitan mengkoordinasikan gerakan

14. Kebingungan dan halusinasi

15. Kelesuan dan daya tanggap yang buruk

16. Tekanan darah yang sangat rendah dan peningkatan pembekuan darah

“Biasanya, sitokin bekerja untuk membantu tubuh kita dalam jumlah sedang. Namun pada kondisi tertentu, di mana jumlahnya menjadi terlalu banyak, sistem kekebalan malah menyebabkan kerusakan pada tubuh pasien,” papar profesor di divisi penyakit menular di University of Cincinnati College of Medicine, Carl Fichtenbaum.

Latest news

Related news

- Advertisement -