27.8 C
Jakarta
Rabu, 22 September 2021
BerandaNewsNusantaraPara Tokoh Agama dan Adat Kibarkan Bendera Merah Putih Secara Serentak di...

Para Tokoh Agama dan Adat Kibarkan Bendera Merah Putih Secara Serentak di Kota Senja Kaimana

- Advertisement -

Papua,IndoChannel.id – Jelang peringatan HUT RI ke-76 yang jatuh pada 17 Agustus mendatang. Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana, Papua Barat melaksanakan Pengibaran Bendera Merah Putih dan Dialog Kebangsaan di Taman Jokowi – Iriana Kaimana, Minggu (15/8/2021).

Ketua Panitia HUT RI 76 Kabupaten Kaimana, Jafar Werfete mengatakan pengibaran bendera Merah Putih dilakukan secara serentak oleh setiap perwakilan para tokoh agama dan tokoh adat dan suku yang ada di Kabupaten Kaimana. Menurut Jafar, kegiatan ini sebagai simbol terwujudnya jiwa Bhinneka Tunggal Ika di Kabupaten Kaimana.

- Advertisement -

“Melalui pengibaran bendara Merah Putih oleh para perwakilan tokoh agama dan tokoh adat ini, kita ingin mengabarkan pada bumi Pertiwi betapa masyarakat Kaimana sangat memegang teguh jiwa Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan NKRI,” katanya kepada wartawan. Minggu (15/8/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kaimana Freddy Thie menuturkan Kabupaten Kaimana merupakan bagian dari sejarah penting NKRI. Freddy menjelaskan bahwa di salah satu kampung yang ada di Kota Kaimana, tepatnya di Kampung Seram jalan R.A Kartini terdapat tugu Untea sebagai saksi sejarah diserahkannya Irian Barat pada Indonesia.

“Itu adalah sejarah penting yang tidak boleh kita lupakan. Anak cucu kita jangan sampai lupa pada sejarah ini, Selain itu, pada tahun 1962 pernah terjadi kecelakaan laut tenggelamnya KM Macan Tutul di laut Kaimana. Kapal ini berisi para pejuang NKRI. Jasad para pejuang tersebut dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Gunung Genofa Kaimana,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Freddy berpesan, khususnya kepada para generasi muda agar senantiasa mengisi kemerdekaan Indonesia dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif dan selalu meningkatkan produktifitas agar bisa bersaing dengan bangsa lain di seluruh dunia.

“Perang kita saat ini berbeda dengan perang para pejuang dahulu. Mereka berkorban jiwa dan raganya. Sedangkan kita yang hidup saat ini, berperang dengan bangsa lain melalui kecerdasan dan produktifitas. Kita berpacu dengan kemajuan zaman. Telat sedikit, maka kita akan tertinggal,” tutup orang nomor satu di Kota Senja itu.

Latest news

Related news

- Advertisement -