25.1 C
Jakarta
Senin, 20 September 2021
BerandaNewsJangan Salah Kaprah, Ini Penjelasan BMKG dan Lapan Tentang Fenomena Aphelion

Jangan Salah Kaprah, Ini Penjelasan BMKG dan Lapan Tentang Fenomena Aphelion

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Fenomena Aphelion kembali menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Fenomena ini adalah peristiwa astronomi ketika Bumi beredar di titik paling jauh dari matahari. Karena hal ini, masyarakat menganggap bahwa Fenomena Aphelion menjadi penyebab suhu dingin di beberapa wilayah Indonesia.

Sebelumnya, Fenomena Aphelion telah terjadi pada tanggal 2 Januari 2021 dan pada tanggal 6 Juli 2021 kemarin. Jarak terdekat bumi ke matahari yang terjadi pada 2 Januari 2021 adalah 147.093.163 kilometer (km), sedangkan pada tanggal 6 Juli 2021 bumi berada sejauh 152.100.527 km dari matahari.

- Advertisement -

Seperti yang dilansir dalam situs lapan.go.id, Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli BMKG Makassar, Kaharuddin mengatakan bumi akan menyelesaikan separuh perjalanan dalam mengelilingi matahari. Fenomena Aphelion ini terjadi karena orbit bumi tidak melingkar dengan sempurna melainkan berbentuk elips.

“Dengan bentuk elips ini, mengakibatkan jarak bumi dan matahari bervariasi, sekitar 3 persen sepanjang tahun,” katanya awal Juli lalu.

Kemudian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan posisi bumi yang berada pada titik terjauh dari matahari tidak akan berpengaruh pada suhu dingin maupun panas yang diterima bumi.

Melalui akun Instagram resminya, LAPAN menyampaikan akan terjadi suhu dingin ketika pagi hari yang akan terjadi sampai Agustus. Hal ini, merupakan peristiwa yang biasa terjadi pada musim kemarau.

Menurut LAPAN, cuaca dingin yang muncul belakangan ini dikarenakan tutupan awan yang sedikit sehingga tidak ada panas dari permukaan Bumi.

Posisi bumi dengan titik terjauh dari matahari juga tidak mempengaruhi panas yang diterima bumi. Panas dari matahari akan terdistribusi ke seluruh bumi, dengan distribusi yang juga dipengaruhi pola angin.

Saat posisi matahari di Utara, maka tekanan udara di belahan Utara lebih rendah dibanding belahan Selatan yang mengalami musim dingin.

Oleh karenanya, angin bertiup dari arah Selatan menuju Utara dan saat ini angin yang bertiup itu dari arah Australia yang sedang mengalami musim dingin. Dampak yang ditimbulkan adalah penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang terletak di Selatan khatulistiwa.

Itulah penjelasan mengenai fakta Fenomena Aphelion.

Latest news

Related news

- Advertisement -