Jakarta, IndoChannel.Id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Lomba Estafet Tepung sebagai bagian dari rangkaian permainan rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang diikuti pegawai dari berbagai unit kerja ini berlangsung meriah, diwarnai gelak tawa dan suasana penuh kebersamaan.
Dalam perlombaan tersebut, setiap regu ditantang untuk memindahkan tepung secara berantai dari satu peserta ke peserta lainnya hingga sampai ke titik akhir. Meski terlihat sederhana, permainan ini nyatanya menuntut konsentrasi tinggi, ketepatan gerak, dan kerja sama yang solid antaranggota tim.
Proses estafet yang berlangsung tidak selalu mulus. Tepung yang semestinya berpindah dengan rapi ke wadah tujuan justru kerap tumpah, beterbangan, dan menempel di rambut, pakaian, hingga wajah para peserta. Momen-momen tak terduga inilah yang memicu tawa dan sorak-sorai dari pegawai yang menyaksikan jalannya lomba. Bagi para peserta, hasil akhir pertandingan menjadi hal sekunder, sementara kebersamaan dan keceriaan yang tercipta dinilai sebagai capaian utama dari kegiatan tersebut.
Sarat Makna, Simbol Perjuangan Lintas Generasi
Di balik kesan jenaka, permainan estafet tepung ini rupanya menyimpan pesan filosofis yang berkaitan erat dengan semangat kemerdekaan. Sebuah rangkaian estafet hanya bisa tuntas apabila setiap orang menuntaskan tugasnya dan meneruskannya kepada rekan berikutnya secara berkesinambungan.
Pola tersebut dipandang mencerminkan perjalanan bangsa Indonesia dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan. Kondisi merdeka yang bisa dirasakan saat ini merupakan buah perjuangan generasi terdahulu, yang kemudian wajib dilanjutkan, dijaga, dan diisi dengan hal-hal positif oleh generasi setelahnya. Semangat perjuangan itu ditegaskan tidak boleh terhenti hanya pada satu individu atau satu masa saja. Sebagaimana halnya estafet, setiap orang dipandang memiliki peran untuk menerima “tongkat” perjuangan, memberi sumbangsih terbaik, lalu memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap terjaga keberlanjutannya.
Butuh Kerja Sama, Bukan Kecepatan Individu
Selain sarat filosofi, lomba estafet tepung juga menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya kolaborasi tim. Kemenangan dalam permainan ini tidak ditentukan oleh satu peserta tercepat, melainkan oleh kontribusi merata dari seluruh anggota kelompok.
Diperlukan komunikasi yang baik, rasa saling percaya, fokus, serta kemampuan beradaptasi dengan rekan setim. Ketika ada anggota yang kesulitan menjalankan tugasnya, anggota lain dituntut sigap membantu agar semangat tim tetap terjaga hingga garis akhir.
Nilai kerja sama yang muncul dalam permainan ini dinilai sejalan dengan semangat gotong royong dan persatuan, sekaligus mencerminkan penerapan Core Values ASN BerAKHLAK, khususnya aspek Harmonis dan Kolaboratif. Dalam permainan tersebut, sekat perbedaan unit kerja maupun jenjang jabatan seolah melebur, karena seluruh peserta memiliki satu tujuan yang sama, yakni menuntaskan tantangan secara bersama-sama.
Perekat Kekeluargaan di Lingkungan Kerja
Suasana ceria yang tercipta selama lomba turut membuka ruang interaksi antarpegawai dalam suasana yang berbeda dari rutinitas kerja sehari-hari. Momen tawa saat tepung berhamburan dinilai justru mempererat rasa kekeluargaan di internal BPOM.
Semangat kebersamaan yang tumbuh dari permainan ini diharapkan turut terbawa dalam pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan sehari-hari. Berbagai tantangan kelembagaan dinilai akan lebih mudah dihadapi apabila seluruh jajaran BPOM memiliki rasa saling percaya, komunikasi yang baik, soliditas, serta kemauan untuk bergerak bersama sebagai satu kesatuan.
Melalui Lomba Estafet Tepung ini, peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan BPOM tidak sekadar menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga membawa pesan bahwa kemerdekaan perlu terus diisi dengan kerja nyata, semangat gotong royong, kebersamaan, serta keberanian untuk melanjutkan estafet perjuangan bangsa.

