27.8 C
Jakarta
Rabu, 22 September 2021
BerandaNewsNusantaraGMNI Kutuk Oknum organisasi mahasiswa Kapitalisasi Mahasiswa untuk Turun Aksi di Massa...

GMNI Kutuk Oknum organisasi mahasiswa Kapitalisasi Mahasiswa untuk Turun Aksi di Massa Pandemi

- Advertisement -

Medan, IndoChannel.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kutuk keras oknum yang mengatasanama organisasi mahasiswa mengkapitalisasi massa aksi mahasiswa untuk melakukan aksi dimasa Pandemi Covid-19.

Ketua DPP GMNI Bidang Politik, Maman Silaban menyebutkan bahwasanya ada prinsip dasar dikalangan mahasiswa yang tidak boleh dilanggar, yakni Idealisme. “Idealisme seorang mahasiswa itu harus terawat sejak dalam pikiran, kalau itu sudah terawat maka dia tidak akan mudah diperalat bahkan dikapitalisasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” katanya yang juga Mahasiswa Pascasarjana IPB . Kamis (29/7/2021).

- Advertisement -

Alumni Fakultas Pertanian USU itu menekankan kepada mahasiswa agar memiliki sense of crisis dan sense of belonging di masa pandemi Covid-19 sedang melanda di tanah air.

“Sense of crisis mahasiswa harus ada dikala negara ini sedang dilanda musibah apalagi pandemi, harusnya mahasiswa millennials hari ini bisa bergerak dimedia sosial untuk mensosialisasikan pentingnya merawat imun tubuh sebagai salah satu cara untuk bisa survive dari Pandemi COVID-19 dan itu semua tidak memerlukan uang keluar karena semua aktifitas sehari-hari millennials rata-rata menghabiskan 2,5 jam dari harinya di media sosial,” tegasnya.

Menyambung ajakannya agar mahasiswa untuk tidak turun aksi kejalan di masa pandemi Covid-19, selain akan menciptakan kerumunan masa, Maman mengingatkan pentingnya sense of belonging dikalangan mahasiswa untuk tetap solid dan empati kepada masyarakat menengah kebawah yang mana saat ini terdampak wabah pandemi Covid-19.

“Sense of belonging harus didapatkan mahasiswa dari masyarakat, itu bilamana mahasiswa bisa langsung memberikan dampak real kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, contohnya saya respect sama mahasiswa di Kota Medan yang punya inisiatif untuk membuka dapur umum, membagikan nasi dan sembako hasil dari gotong-royong bersama, itu sederhana tapi sangat bermanfaat bagi mereka yang kesulitan untuk makan dikondisi saat ini,” ujarnya.

Maman melanjutkan kedepan, mahasiswa harus bisa menjembatani kebutuhan masyarakat kepada stakeholders terkait. “Dikondisi pandemi Covid-19 saat ini dibutuhkan aksi nyata mahasiswa untuk mentabulasi jumlah masyarakat disekitarnya yang masih kesusahan dalam menyambung hidup dan survive dari COVID-19 daripada turun kejalan untuk menyampaikan tuntutan pribadinya selain kurang mendapatkan empati masyarakat, ini riskan terhadap oknum-oknum yang ingin mengkapitalisasi gerakan kawan-kawan mahasiswa demi kepentingan pragmatisnya,” tutupnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -