Beranda Headline Ini Pola Pengamanan Pilkada Ditengah Pamdemi Corona yang Diterapkan Polresta Bandung

Ini Pola Pengamanan Pilkada Ditengah Pamdemi Corona yang Diterapkan Polresta Bandung

0
Ini Pola Pengamanan Pilkada Ditengah Pamdemi Corona yang Diterapkan Polresta Bandung

Bandung, IndoChannel.id – Pelaksanaan pilkada serentak ditengah Pandemi virus corona masih mewabah, hal ini menjadi tantangan baru penyelenggara pemilu dan polri saat menagawal jalannya pesta demokrasi berlangsung.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan meminta pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bandung harus berjalan dengan lancar. oleh karena itu, Polresta Bandung menyiapkan sekira 1.800 personel yang disebar di semua wilayah di Kabupaten Bandung. Sedangkan jumlah personel yang ada di Polresta Bandung sebanyak 2.130 orang.

“Para personel kepolisian itu untuk mengantisipasi terjadinya potensi gangguaan, dan pelanggaran pidana. Pola yang ditetapkan, dua petugas kepolisian memantau 10 tempat pemungutan suara (TPS) dan 20 Linmas Pola lainnya, 1 polisi 5 TPS, kalau rawan 2 polisi 4 TPS, lebih rawan lagi 2 polisi 1 TPS dan 4 Linmas,” katanya kepada wartawan.

Hendra menyebutkan adapun pola pengamanan khusus dengan tingkat kerawanan pada pelaksanaan Pilkada Bandung, di antaranya saat pelaksanaan pencoblosan di Lapas, rumah sakit dan rutan kepolisian. Pasalnya, mereka yang sedang menjalani proses hukum memiliki hak untuk menyalurkan suaranya.

Jajaran kepolisian berusaha untuk menghindari terjadinya penumpukan atau kerumunan masyarakat saat melaksanakan pencoblosan di TPS. “Tidak terjadi kluster baru. Terjadi kluster baru, Pilkada tak berhasil,” ucapnya.

Hendra menyebutkan indikator keberhasilan dalam pelaksanaan Pilkada itu, tingginya partisipasi masyarakat. Ia berharap dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, partisipasi pemilih tetap tinggi.

“Indikator keberhasilannya, tak ada konflik horizontal. Aman dari corona dan tak tercipta kluster baru, indikator keberhasilan lainnya, semua masyarakat, peserta dan pelaksana pemilu komitmen dan disiplin tinggi menjalankan prtokol kesehatan. Selain itu, masyarakat mendapatkan pendidikan politik yang benar. Bisa menciptakan pemimpin amanah dan mampu mensejahterakan masyarakat, dan memberikan keadilan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here