28.7 C
Jakarta
Rabu, 6 Mei 2026
BerandaNewsShoppe, Grab, dan Gojek Bantah Terlibat dalam Aksi Demo "Jokowi End Game"

Shoppe, Grab, dan Gojek Bantah Terlibat dalam Aksi Demo “Jokowi End Game”

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Ajakan aksi demo nasional beredar di media sosial. Dalam posternya yang bertuliskan Jokowi End Game, aksi demo akan dilakukan pada Sabtu (24/7) di Istana Negara. Demonstrasi ini digelar untuk menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dalam poster bertuliskan Jokowi End Game itu, mencatut beberapa logo merek dari aplikasi ShopeeFood, Gojek dan Grab.

- Advertisement -

Namun setelah dikonfirmasi, Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasional Jokowi End Game.

Radynal Nataprawira, Head of Public Affairs Shopee Indonesia mengatakan logo ShopeeFood yang dicantumkan dalam poster itu dilakukan tanpa sepengertahuan Shopee, dan ia memastikan bahwa pencatutan logo itu merupakan hoaks.

“ShopeeFood memastikan bahwa hal ini adalah pencatutan nama dan merupakan hoaks. Materi tersebut tidak mewakili kami sebagai sebuah perusahaan,” ujar Radynal lewat siaran pers, Jumat (23/7).

Pihaknya juga mengimbau mitra pengemudi ShopeeFood untuk tidak terprovokasi mengingat situasi adanya situasi pandemi Covid-19, dan implementasi PPKM Level 4 saat ini.

Begitupun dengan President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam gerakan yang menyertakan logo Grab di poster digital tersebut.

“Bersama ini kami tegaskan bahwa Grab tidak terlibat sama sekali dalam gerakan ini dimana penyertaan logo perusahaan dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Ridzki lewat keterangan tertulis.

Senada, Gojek Indonesia juga membantah terlibat dalam aksi dan terjadi pencatutan logo. Lewat keterangan resmi, Gojek menyebut pencantuman logo Gojek pada poster merupakan bentuk pelanggaran atas penyalahgunaan logo perusahaan.

“Kami sangat menyayangkan penyalahgunaan logo Gojek tanpa izin dan sepengetahuan kami pada konten atau poster terkait unjuk rasa dan kegiatan politik,” ujar Rubi W. Purnomo, SVP Corporate Affairs Gojek.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus meminta masyarakat mencegah kerumunan dan tak menggelar demo Jokowi End Game untuk menghindari klaster penularan Covid-19.

“Secara bijak untuk kita bisa hindari kerumunan supaya jangan jadi klaster lagi. Bagaimana kita bisa relaksasi kalau kegiatan kerumunan lagi. Kasihan rumah sakit, kuburan, sudah penuh,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (23/7).

Hingga kini, dijelaskan Yusri pihaknya masih belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana demo Jokowi End Game, yang dikabarkan akan digelar besok.

Latest news

Related news

- Advertisement -