27.5 C
Jakarta
Sabtu, 16 Mei 2026
BerandaPendidikan dan BudayaMendidik Anak Tanpa "Ngegas"? Simak Tips Berikut ini

Mendidik Anak Tanpa “Ngegas”? Simak Tips Berikut ini

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Halo bunda semua! Jika kita mendengar tentang anak pasti tidak akan ada habisnya, ya bun? Anak-anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Dan dari mereka-lah kita bisa belajar menjadi orangtua yang sesungguhnya.

Sebagai orangtua, kita memang harus benar-benar sabar saat menghadapi anak. Kalau tidak begitu, mungkin kita sudah stres dengan tingkah laku anak yang beragam. Seperti yang dirangkum dari buku Seni Berbicara Pada Anak : Panduan Mendidik Anak “Tanpa Ngegas” dari penulis Joanna Faber dan Julie King.

- Advertisement -

Buku ini sebagai buku panduan untuk menjalin hubungan yang menyenangkan dengan anak-anak usia 2 tahun yang tidak bisa diajak bekerja sama, si 3 tahun yang kasar, si 4 tahun yang galak, si 5 tahun yang tidak bisa diatur, si 6 tahun yang egois, dan si 7 tahun yang tidak patuh.

Berikut rangkumannya, ya bun:

1. Saat perasaan anak-anak tidak merasa benar, mereka tidak bisa berperilaku baik

Kebanyakan anak selalu menangis saat dia tidak menerima apa yang dia inginkan. Hal ini memang membuat para orangtua kesulitan untuk menghadapinya. Jika permintaan anak dituruti, orangtua takut anak akan menjadi manja, namun, jika permintaan itu ditolak, orang tua akan ikut stres dengan tangisan anak yang tak mau berhenti.

Di dalam buku ini disebutkan bahwa inti dari permasalahan tersebut adalah kita tidak dapat bersikap baik saat perasaan kurang baik. Mereka tidak bisa bersikap baik saat perasaannya tidak baik. Maksudnya, kita sebagai orangtua harus peduli terlebih dahulu kepada perasaan anak, setelah anak mulai membaik maka dari situlah kita mempunyai kesempatan untuk mengajaknya bekerja sama.

Jika anak mengatakan sesuatu yang negatif dan mengintimidasi, ikuti langkah-langkah berikut:

• Kuatkan hati dan tahan diri untuk tidak membalas ucapannya
• Pikirkan emosi yang dirasakannya
• Sebutkan emosi itu dan masukkan dalam kalimat.

Sebagai contoh, seorang anak berkata, “Aku benci Jimmy. Aku tidak akan main dengannya lagi.” Daripada berkata, “Kamu pasti main dengannya lagi. Jimmy kan teman baikmu! Jangan pernah berkata ‘benci’.”, coba katakan, “Sayang, sepertinya kamu sedang marah pada Jimmy!” atau “Jimmy pasti membuatmu sangat jengkel, ya.”

2. Membuat anak-anak melakukan apa yang harus mereka lakukan

Joanna Faber dan Julie King menulis dalam bukunya, keluhan yang paling umum diungkapkan para orangtua dari anak batita adalah, “Ia tidak mau melakukan apa yang disuruh, sebab dia mau memegang kendali!”.

Menurutnya, “Biarkan dia yang memegang kendali.” Maksudnya sebagai orangtua, kita bisa menentukan pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi biarkan anak mengendalikan detail tugas itu.

3. Mengganti hukuman dengan solusi yang lebih damai dan efektif

Apa yang dilakukan orangtua bila anak dengan sengaja melakukan sesuatu yang baru saja kita larang?

Sebagai contoh, kita mengingatkan anak untuk bergantian dengan teman dan bermain dengan baik. Namun, pada saat di atas perosotan dengan tidak sabar ia mendorong adiknya yang baru berumur 2 tahun, yang memang perlu waktu lama untuk mengumpulkan keberanian sebelum meluncur.

Apa yang akan kita lakukan, ya sebagai orangtua?

Apakah pantatnya harus dipukul? Apakah ia tidak diperbolehkan untuk beli es krim? Apakah ia harus dikurung di kamarnya sesampainya di rumah agar ia bisa merenungkan kenakalannya?

Tidak boleh, ya bun.

Cara tercepat untuk mengubah perilaku dan sikap anak adalah melibatkannya dalam proses memperbaiki kesalahan yang ia buat. Cara terbaik untuk menginspirasi seorang anak agar bersikap lebih baik di masa mendatang adalah memberinya kesempatan untuk bersikap lebih baik sekarang ini.

Sebuah hukuman akan membuatnya merasa tidak senang pada dirinya sendiri. Namun, memperbaiki kesalahan akan membuatnya merasa lebih baik tentang dirinya sendiri, dan menolongnya untuk memandang dirinya sebagai pribadi yang bisa bersikap baik.

Latest news

Related news

- Advertisement -