26.1 C
Jakarta
Selasa, 23 Juni 2026
BerandaNewsTeror Curanmor Beruntun di Cipedes Sukajadi, Subuh Jadi Jam Favorit Maling Beraksi

Teror Curanmor Beruntun di Cipedes Sukajadi, Subuh Jadi Jam Favorit Maling Beraksi

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Teror pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali menghantui warga Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Dalam kurun waktu hanya dua hari, sedikitnya tiga unit sepeda motor dilaporkan hilang dalam dua kejadian berbeda yang terjadi pada waktu yang hampir sama, yakni menjelang subuh.

Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.30 WIB di kawasan RT 04 RW 07 Kelurahan Cipedes. Saat sebagian besar warga masih terlelap, pelaku diduga leluasa membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Beat yang terparkir di area rumah korban.

- Advertisement -

Korban diketahui bernama Dedi Supriyadi. Motor yang hilang merupakan Honda Beat warna hitam tahun 2022 dengan nomor polisi D 6135 HDV.

“Barusan saja kurang lebih setelah subuh, sekitar jam 04.30 WIB, terjadi lagi kehilangan sebuah motor Beat di wilayah RT 04 RW 07 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi,” ujar Dedi kepada IndoChannel.id.

Kejadian tersebut bukan yang pertama. Dua hari sebelumnya, warga di wilayah RT 04 RW 06 juga digegerkan oleh aksi pencurian yang mengakibatkan dua sepeda motor hilang dalam satu malam.

“Dua hari yang lalu juga ada kehilangan dua motor sekaligus di wilayah RT 04 RW 06 Cipedes,” kata seorang warga.

Pelaku Diduga Sudah Mengincar Lokasi

Rentetan kasus yang terjadi dalam waktu berdekatan dan pada jam yang hampir sama memunculkan dugaan kuat bahwa pelaku bekerja secara terencana. Warga menduga para pelaku telah memetakan kondisi lingkungan dan mengincar titik-titik parkir kendaraan yang minim pengawasan.

Waktu antara pukul 03.00 hingga 05.00 WIB dinilai menjadi saat paling rawan. Pada jam tersebut aktivitas warga nyaris tidak ada, sementara pengawasan lingkungan cenderung menurun sehingga memberi celah bagi pelaku untuk beraksi.

Tidak sedikit warga yang menduga kelompok curanmor sengaja memilih waktu menjelang subuh karena kondisi lingkungan relatif sepi dan sebagian besar penghuni rumah masih tertidur.

Warga Resah, Rasa Aman Mulai Terkikis

Serangkaian aksi curanmor itu kini memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga mengaku mulai khawatir meninggalkan kendaraan di halaman rumah meski berada di lingkungan permukiman.

Meningkatnya frekuensi kehilangan motor dalam waktu singkat membuat warga mempertanyakan efektivitas sistem keamanan lingkungan, termasuk ronda malam dan pengawasan di titik-titik rawan.

“Kami jadi waswas. Kejadiannya berdekatan dan masih di wilayah Cipedes. Takut ada korban berikutnya,” ungkap salah seorang warga.

Desak Polisi Tingkatkan Patroli

Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan mengusut rangkaian kasus tersebut dan meningkatkan patroli pada jam-jam rawan, khususnya menjelang subuh. Titik-titik yang berulang kali menjadi lokasi kehilangan kendaraan juga diminta menjadi fokus pengawasan.

Selain patroli rutin, warga berharap adanya langkah preventif yang dapat mempersempit ruang gerak pelaku curanmor yang belakangan kembali meresahkan kawasan permukiman di Cipedes.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Namun, rentetan kehilangan motor dalam waktu singkat telah membuat tingkat kewaspadaan warga meningkat, seiring rasa aman yang perlahan terkikis akibat teror curanmor yang terus berulang. (NONO)

Latest news

Related news

- Advertisement -