Sulawesi Utara, Indochannel.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempercepat renovasi sekolah di seluruh Indonesia dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Pernyataan itu disampaikan langsung saat kunjungan kerja ke SMKN 2 Talaud di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026).
Kunjungan ke Miangas menjadi simbol penting bagi pemerintahan Prabowo dalam menegaskan perhatian terhadap wilayah terluar Indonesia, termasuk sektor pendidikan yang selama ini dinilai masih menghadapi ketimpangan infrastruktur.
Di hadapan guru dan siswa, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan menjalankan program renovasi sekolah secara menyeluruh dan bertahap di berbagai daerah, mulai dari kota besar hingga kawasan perbatasan.
“Baik, nanti semua sekolah akan kita renovasi ya. Semua sekolah akan kita renovasi juga tahun ini dan dua-tiga tahun ke depan semua sekolah di Indonesia akan kita renovasi,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik yang hadir dalam agenda peninjauan sekolah tersebut.
Miangas Jadi Sorotan Pemerintah
Dalam kunjungannya, Prabowo menegaskan bahwa kedatangannya ke Pulau Miangas bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin melihat langsung kondisi masyarakat dan fasilitas publik di pulau yang menjadi titik paling utara Indonesia itu.
“Saya datang ingin lihat keadaan di Pulau Miangas, pulau terluar Republik Indonesia di paling utara,” kata Prabowo.
Pulau Miangas selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis perbatasan Indonesia karena lokasinya yang berdekatan dengan Filipina. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku baru menyadari jarak Miangas dengan Filipina sangat dekat setelah melakukan perjalanan dari negara tersebut.
“Saya baru saja dari Filipina, ternyata cukup dekat dari Filipina,” ujarnya.
Momentum kunjungan ini sekaligus memperlihatkan perhatian pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan yang selama ini kerap menghadapi tantangan pembangunan, mulai dari akses transportasi, fasilitas pendidikan, hingga layanan dasar masyarakat.
Soroti Infrastruktur Pendidikan di Daerah Terluar
Saat berdialog dengan pihak sekolah, Prabowo secara detail menanyakan kondisi fasilitas pendidikan di SMKN 2 Talaud. Ia ingin memastikan apakah sekolah tersebut sudah mendapatkan bantuan renovasi maupun dukungan sarana pembelajaran digital.
“Sekolah ini sudah direnovasi belum tahun ini? Ini sudah dapat renovasi? Sudah dapat layar baru? Sudah ada? Di SMP sudah ada? Semua sekolah sudah?” tanya Prabowo kepada pihak sekolah.
Dialog tersebut memperlihatkan fokus pemerintah terhadap pemerataan fasilitas pendidikan, terutama di kawasan 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Pemerintah menilai kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga kesiapan infrastruktur sekolah.
Program renovasi sekolah diperkirakan akan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia nasional.
Lanjutkan Pembangunan Kawasan Perbatasan
Selain menyoroti sektor pendidikan, Prabowo juga menyinggung keberadaan bandara di Miangas yang sebelumnya diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia memastikan pemerintah akan melanjutkan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas tersebut agar semakin optimal melayani masyarakat.
“Pak Jokowi sudah resmikan bandara ya, saya nanti akan perbaiki atau memelihara supaya lebih bagus lagi,” ujar Prabowo.
Pernyataan itu menandakan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan tetap menjadi perhatian pemerintah pusat. Bandara Miangas sendiri dinilai memiliki peran strategis sebagai penghubung mobilitas warga sekaligus memperkuat kehadiran negara di kawasan terluar Indonesia.
Kunjungan Prabowo ke Miangas juga menjadi salah satu momentum penting yang menunjukkan pendekatan pemerintahan baru dalam membangun daerah pinggiran dari titik paling luar Indonesia. Dengan janji renovasi sekolah secara nasional, pemerintah berharap kesenjangan fasilitas pendidikan antarwilayah dapat dipangkas dalam beberapa tahun ke depan.

