25.8 C
Jakarta
Kamis, 16 April 2026
BerandaNewsInternasionalIndonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat Dewan Keamanan Setelah Personel Penjaga Perdamaian...

Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat Dewan Keamanan Setelah Personel Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon

- Advertisement -

Jakarta, Indochannel.id – Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar rapat darurat Dewan Keamanan (DK) menyusul gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia akibat serangan di Lebanon. Permintaan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono saat melakukan komunikasi dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pada Senin (30/3) malam waktu lokal.

Selain meminta pembentukan rapat darurat, Menteri Sugiono juga menuntut penyelenggaraan investigasi yang cepat, transparan, dan menyeluruh atas insiden yang menewaskan personel Indonesia tersebut.

- Advertisement -

“Kami meminta dibentuknya rapat darurat Dewan Keamanan PBB dan proses investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan,” ujar Sugiono dalam pernyataan yang dikutip dari akun resmi X pada Selasa (31/3).

Dalam percakapan tersebut, Menteri Sugiono juga mengapresiasi ungkapan duka cita yang disampaikan Guterres serta kesiapan pihak PBB untuk melakukan koordinasi erat dengan Indonesia dalam menyelidiki insiden tersebut.

Pada waktu yang bersamaan, Menteri Sugiono juga melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Yousef Raggi. Dalam pembicaraan tersebut, ia menyampaikan kekhawatiran mendalam Indonesia terkait serangan di Lebanon, termasuk insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian asal Indonesia.

Kedua pihak sepakat untuk melakukan koordinasi erat dan menindaklanjuti sejumlah langkah krusial sebagai bentuk tanggapan terhadap peristiwa tersebut. “Langkah-langkah tersebut dilakukan sembari mendukung upaya penurunan eskalasi tensi dan menjaga stabilitas regional,” jelasnya.

Dalam kedua percakapan tersebut, Menteri Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mengecam keras serangan yang menewaskan personel Indonesia serta menekankan pentingnya penghormatan terhadap keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB.

“Kami mengecam keras serangan tersebut dan menggarisbawahi pentingnya menghormati keamanan dan keselamatan penjaga perdamaian PBB sesuai dengan hukum internasional,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (29/3), seorang personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Insiden tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan kemudian mengonfirmasi gugurnya dua personel Indonesia lainnya pada Senin (30/3) seiring meningkatnya intensitas konflik di kawasan yang sama.

Latest news

Related news

- Advertisement -