27.7 C
Jakarta
Jumat, 29 Mei 2026
BerandaNewsNusantaraTarhib Ramadhan & Isra Mi'raj 1447 H: Kesalehan Ritual dan Ekologis Jadi...

Tarhib Ramadhan & Isra Mi’raj 1447 H: Kesalehan Ritual dan Ekologis Jadi Kunci Menuju Kemenangan

- Advertisement -

BANDUNG, Indochannel.id – Menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1447 H sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Majelis Taklim (MT) Baiturrohman menggelar dialog inspiratif pada Selasa (17/02/2026). Acara yang berlangsung di Masjid Baiturrahman, Jalan Sukamulya No. 6 Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi Bandung, menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh untuk mengangkat tema kesalehan yang menyatu dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Pembukaan dengan Nilai Spiritual

- Advertisement -

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ustadz Abi Khalil Gibran. Kegiatan yang dihadiri sekitar 250 peserta ini menghadirkan dua narasumber utama: mantan Walikota Bandung periode 2003-2013 DR. H. Dada Rosada SH, M.SI, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Prof. DR. KH. Miftah Farid. Juga hadir sebagai tamu kehormatan adalah Camat Sukajadi dan Kapolsek Sukajadi.

Pengelolaan Sampah Sebagai Wujud Kesalehan Ekologis

Dalam paparannya, DR. H. Dada Rosada mengangkat persoalan sampah sebagai tantangan krusial yang dihadapi Kota Bandung. Menurutnya, penanganan masalah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan sinergi erat antara kebijakan publik dan kesadaran kolektif masyarakat.

“Pengelolaan sampah adalah kewajiban konstitusional Pemerintah Kota Bandung, yang mencakup dari perumusan kebijakan strategis hingga pelaksanaan teknis di lapangan yang harus terus disempurnakan,” jelasnya.

Beliau menekankan bahwa momentum menjelang Ramadhan seharusnya menjadi ajang untuk meningkatkan disiplin dalam mengelola sampah. “Kesalehan ritual yang kita lakukan di bulan suci harus diimbangi dengan kesalehan sosial dan ekologis dalam menjaga kebersihan lingkungan kota kita,” tambahnya.

Puasa Sebagai Instrumen Pembersihan Jiwa dan Pengingat Sejarah Kemenangan

Selanjutnya, Prof. DR. KH. Miftah Farid menyampaikan tausiyah mengenai khazanah puasa dalam ajaran Islam. Beliau menguraikan berbagai jenis puasa – mulai dari puasa wajib, sunnah, hingga puasa nadzar – yang semuanya berfungsi sebagai sarana pembersihan jiwa dan pengendalian diri.

Dengan mengangkat semangat Isra Mi’raj dan kedatangan Ramadhan, Kiai Miftah mengingatkan sejarah kemenangan besar umat Islam yang diraih di bulan suci. “Perang Badar, ketangguhan pasukan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam menghadapi Perang Salib, bahkan peristiwa sakral Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada bulan Ramadhan, menjadi bukti bahwa kemenangan produktif datang ketika umat menjalankan ibadah puasa dengan kekuatan spiritual yang bersumber dari kedekatan dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Beliau juga menyoroti manfaat praktis dari hubungan erat dengan Al-Qur’an. “Rutin membaca Al-Qur’an tidak hanya memberikan keberkahan spiritual, tetapi juga terbukti bermanfaat bagi kesehatan daya ingat, yang dapat membantu mencegah kepikunan di masa tua,” jelasnya. Kiai Miftah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peringatan tahunan ini sebagai momentum untuk lebih mendalam memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an.

Harapan Kegiatan Berkelanjutan

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) MT Baiturrohman, Drs. Yus Ganda Sasmita, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah menghadiri acara. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi awal dari agenda rutin yang dapat kita gelar bersama para tokoh dan pemangku kepentingan lainnya di Kota Bandung,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Drs. Dede Ruswandi, M.Pd, dengan harapan seluruh peserta dapat membawa pesan positif dari acara untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Latest news

Related news

- Advertisement -