Bandung, IndoChannel.id – Pakar gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memperingatkan aktivitas Sesar Lembang yang mulai menunjukkan tanda-tanda pergerakan. Sebanyak 15 kecamatan di wilayah Bandung Raya masuk zona merah, berpotensi terdampak parah jika gempa besar terjadi. Wilayah ini meliputi Kecamatan Cibiru, Ujungberung, Gedebage, Arcamanik, Regol, Buahbatu, Kiracondong, Lengkong (Kota Bandung), Cilengkrang, Cimenyan (Kabupaten Bandung), serta Parongpong, Lembang, Cisarua, Ngamprah, dan Padalarang (Kabupaten Bandung Barat).
Kawasan-kawasan ini merupakan daerah padat penduduk, meningkatkan risiko kerusakan dan korban jiwa jika gempa terjadi. Menurut Prof. Adang Surahman, ahli rekayasa gempa ITB, hanya 15 persen gedung di Bandung yang dirancang tahan gempa.
“Banyak masyarakat belum paham, dan biaya bangunan tahan gempa memang lebih mahal sekitar tujuh persen,” ujarnya.
Potensi Gempa Dahsyat Mirip Tragedi Meksiko 1985
Para ahli memperkirakan gempa Sesar Lembang dapat mencapai magnitudo 6,8–7 skala Richter, dengan dampak setara skala VII–VIII Mercalli, menyebabkan kerusakan sedang hingga berat. Kondisi Bandung mirip dengan Kota Meksiko saat gempa 1985, yang menewaskan 10.000 jiwa dan merusak ratusan ribu bangunan. Persamaan itu mencakup: episentrum dangkal (10 km di Lembang), tanah bekas danau purba, kepadatan penduduk, dan standar bangunan yang minim ketahanan gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa maksimum Sesar Lembang dapat merobohkan monumen, menara, dan mengganggu jaringan listrik serta komunikasi. Bangunan sederhana, khususnya di permukiman padat, berisiko rusak berat atau ambruk total.
Tanda awal gempa ditunjukkan oleh gelombang primer (P) yang bergerak cepat (5 km/detik), mendahului gelombang sekunder (S) yang merusak (3 km/detik). Gelombang P, meski tak terasa manusia, dapat dideteksi hewan seperti anjing. Contohnya, gempa 3,3 skala Richter pada 8 Agustus 2011 di Kampung Muril Rahayu, Bandung Barat. Dadang Ratna, warga setempat, mengisahkan anjingnya menyalak keras sebelum gempa mengguncang.
Potensi Kerusakan Parah di Bandung Utara
Sesar Lembang membentang 29 km dari Bandung Barat hingga Kabupaten Bandung, melintasi Ngamprah, Cisarua, Parongpong, dan Lembang, dengan populasi sekitar 500.000 jiwa. Jika gempa berpusat di Ngamprah, gelombang dapat menghancurkan Cikoneng, Muril Rahayu, Pasar Cibarukai, hingga Jalan Kolonel Masturi. Menara transmisi televisi di Kampung Gandrung berisiko roboh, mengganggu akses informasi di Jawa Barat.
Wilayah seperti The Peak Resort Dining di Parongpong dan kondotel mewah Boutique Village Bandung Resort, yang berdiri hanya 80 meter dari sesar, terancam ambruk.
“Perencanaan anti-gempa di lokasi dekat sesar harus sangat serius,” tegas Dr. Mudrik Rahmawan Daryono, peneliti LIPI.
Gedebage Paling Rentan, Korban Terbanyak di Cibiru
Kawasan Gedebage, bekas danau purba, diprediksi menerima guncangan terhebat karena amplifikasi gelombang hingga 16,5 kali lipat. Skala Mercalli X–XI berpotensi menyebabkan rangka rumah lepas dari pondasi, jalan terbelah, dan longsor di Dago Atas, Pasir Wangi, hingga Sisurupan. Kebakaran besar mengancam daerah padat seperti Cicadas dan Coblong, sementara Jembatan Pasupati berisiko rusak parah.
Peneliti ESDM, Marjiyono, mencatat penguatan gelombang di Gedebage jauh lebih tinggi dibandingkan kawasan lain seperti Asia-Afrika. Sementara itu, Cibiru diprediksi memiliki korban terbanyak karena kepadatan penduduk dan kedalaman tanah yang dangkal.
Kerugian Ekonomi Capai Rp51 Triliun
Kajian ITB memprediksi kerugian ekonomi akibat gempa Lembang mencapai Rp51 triliun, melebihi kerugian gempa Aceh 2004 (Rp48,6 triliun). Sekitar 2,5 juta rumah warga terdampak, dengan 1 juta rusak ringan, 1 juta rusak sedang, dan 500.000 ambruk total.
Peringatan dan Mitigasi
Rahma Hanifa, peneliti ITB, menyarankan warga segera menjauhi sesar dan lereng rawan longsor saat merasakan gempa kuat. Pemerintah Jawa Barat telah mengatur jalur sesar steril dari bangunan, namun implementasinya masih lemah. Ariska Rudyanto dari BMKG menegaskan perlunya karakterisasi geologi permukaan untuk memetakan kerentanan wilayah secara akurat.
Ancaman gempa Sesar Lembang adalah peringatan serius bagi Bandung. Tanpa perencanaan bangunan tahan gempa dan kesadaran masyarakat, “monster dari Tatar Priangan” ini dapat menyebabkan kehancuran besar sewaktu-waktu.

