26.8 C
Jakarta
Selasa, 4 Agustus 2026
BerandaHeadlineHarga Kedelai Melonjak Tinggi, Tahu dan Tempe Bakal Mahal?

Harga Kedelai Melonjak Tinggi, Tahu dan Tempe Bakal Mahal?

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Kementerian Perdagangan (Kemenag) mengumumkan jika harga tahu dan tempe akan mengalami kenaikan. Hal ini lantaran terjadinya kenaikan harga pada kedelai secara global.

Pada kenyataannya, Indonesia masih bergantung pada produk kedelai impor. Tak heran, jika harga kedelai global naik maka harga produk turunan kedelai pun ikut naik. Termasuk tahu dan tempe yang memiliki bahan dasar kedelai.

- Advertisement -

“Perlu saya sampaikan karena ketergantungan harga kedelai dunia tentunya berdampak pada harga kedelai di dalam negeri di tingkat perajin tahu dan tempe. Perajin ini harus membeli kedelai di harga tinggi dan tentunya akan pengaruhi harga di tahu dan tempenya,” papar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan dalam konferensi pers virtual, Jumat (11/2/2022).

Menurut Oke, harga kedelai di minggu pertama Februari 2022 mencapai US$ 15,77 per bushel (1 bushel=27,2 kilogram/kg) alias Rp 11.240 per kg di tingkat importir dalam negeri. Ia pun menjelaskan kenaikan harga kedelai perkiraannya akan menyentuh puncaknya di bulan Mei dengan harga mencapai US$ 15,79 per bushel.

Harga akan berjalan turun sampai Juli, namun masih tergolong tinggi atau sekitar US$ 15,74 per bushel. Oke memperkirakan di tingkat perajin tahu dan tempe harga kedelai akan bergerak tinggi di sekitar Rp 11.500-12.000 per kg beberapa bulan ke depan.

Perkiraannya, harga tempe akan naik menjadi Rp 10.300 per kg di tingkat perajin bila harga kedelai di angka Rp 11.500 per kg. Bila harga kedelai tembus ke Rp 12.000 per kg maka harga tempe menjadi Rp 10.600 per kg di tingkat perajin.

Demikian pula harga tahu, bila harga kedelai mencapai Rp 11.500 per kg maka harga tahu berkisar di angka Rp 52.450 per papan atau per potongnya mencapai Rp 650 di tingkat perajin.

Sementara bila harga kedelai tembus Rp 12.000 maka harga tahu akan naik dan berada di level Rp 53.700 per papan atau per potongnya mencapai Rp 700 di tingkat perajin.

Lebih lanjut Oke menjelaskan, di tingkat masyarakat kemungkinan penyesuaian harga akan sama sesuai dengan kenaikan harga di tingkat perajin. Bila harga di perajin naik Rp 50 maka di masyarakat pun naik Rp 50.

“Kalau tahu naik Rp 50 per potong di perajin ya berarti di masyarakat juga naik Rp 50 per potong,” papar Oke.

Latest news

Related news

- Advertisement -