30.1 C
Jakarta
Jumat, 13 Februari 2026
BerandaHeadlineKepopuleran Spirit Doll, MUI: Jauhilah Perbuatan yang Mendatangkan Kemusyrikan

Kepopuleran Spirit Doll, MUI: Jauhilah Perbuatan yang Mendatangkan Kemusyrikan

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Spirit doll menjadi populer di kalangan selebriti. Kini, boneka-boneka itu diasuh oleh beberapa publik figure. Bahkan, diantaranya mengklaim bahwa boneka ini dijadikan sebagai anak adopsi.

Namun, kepopuleran boneka tersebut mendapatkan respons negatif dari sebagian masyarakat.

- Advertisement -

Lalu bagaimana pandangan MUI terkait fenomena boneka arwah spirit doll?

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Muhammad Cholil Nafis menanggapi soal tren boneka arwah spirit doll. Ia menyebutkan masyarakat tidak boleh memelihara makhluk halus.

“Punya boneka mainan itu boleh, tapi kalau itu diisi atau dipersepsikan tempat arwah, hukumnya tidak boleh memelihara makhluk halus. Kalau disembah, musyrik, tapi kalau berteman saja, berarti berteman dengan jin,” kata Cholil kepada wartawan, Senin (3/1/2022).

Cholil juga mengaskan tidak seharusnya memperlakukan boneka layaknya anak manusia karena boneka adalah benda mati. Menurutnya, daripada mengeluarkan biaya pemelihara boneka, lebih baik uangnya disumbangkan untuk anak yatim dan duafa.

“Baiknya uang yang dimiliki disumbangkan kepada anak yatim dan duafa daripada memelihara boneka yang mistis itu,” ucapnya.

Begitupun penjelasan dari Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI Prof Utang Ranuwijaya. Ia menyampaikan bahwa mempercayai benda yang memiliki roh atau kekuatan supranatural (seperti batu cincin, keris, dan boneka) termasuk perbuatan syirik. Hal ini merupakan tipu daya jin yang hendak memperdaya manusia.

“Kekuatan-kekuatan gaib yang dianggap ada pada benda-benda itu sebenarnya adalah tipu daya jin yang memperdaya manusia, bukan benda itu sendiri. Dari sini sebenarnya sumber kemusyrikan itu datang,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat untuk menjauhi perbuatan yang mendatangkan kemusyrikan. Sebab, kata Utang, Allah SWT tak mengampuni dosa musyrik.

“Maka jauhilah perbuatan-perbuatan yang akan mendatangkan kemusyrikan, karena Allah SWT tidak akan mengampuni dosa dari perbuatan hamba-Nya yang melakukan kemusyrikan,” jelasnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -