32.7 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus 2022
BerandaNewsNasionalUnit PPA Akan Berubah jadi Direktorat, Kompolnas: Tingkatkan Perlindungan pada Anak dan...

Unit PPA Akan Berubah jadi Direktorat, Kompolnas: Tingkatkan Perlindungan pada Anak dan Perempuan

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) akan berubah menjadi Direktorat tersendiri di tingkat Bareskrim Polri dan Polda. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Sigit juga menyebut dengan dibentuknya Direktorat sendiri itu, korban perempuan akan terlayani dengan baik dan lebih merasa dengan nyaman melaporkan kasus yang menimpanya.

- Advertisement -

Sigit menuturkan jika Direktorat PPA itu akan didominasi atau diawaki oleh para Polisi Wanita (Polwan).

“Ditangani mayoritas wanita. Sehingga korban nyaman dan ada pendampingan psikologi, diawaki Polwan, sehingga betul-betul berikan perlindungan, berikan pendampingan baik, mengendalikan suasana psikis dari korban yang terdampak,” ujar Sigit.

Sigit menekankan, Polri akan terus melakukan perbaikan guna memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat.

“Kami juga lakukan perbaikan untuk mewujudkan tata kelola Polri,” tutup Sigit.

Menanggapi hal itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap Polri akan semakin meningkatkan pelayanan terbaik terhadap kasus hukum yang menyangkut anak dan perempuan.

“Sehingga dengan peningkatan dari unit menjadi direktorat tersendiri akan lebih meningkatkan pelayanan dan perlindungan pada perempuan dan anak terkait upaya penegakan hukum,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada awak media, Jakarta, Senin (3/1/2022).

Poengky menyebut peningkatan unit PPA ini merupakan rekomendasi sejak lama dari komisi Kepolisian tersebut. Menurutnya, hal ini berkaca dari terjadinya peningkatan kasus yang merugikan anak dan perempuan di Indonesia.

“Peningkatan dari unit menjadi direktorat ini sangat dibutuhkan, mengingat jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat,” bebernya.

Latest news

Related news

- Advertisement -