32.7 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus 2022
BerandaFinanceEmak-Emak Meradang, Sembako Naik Kini Gas LPG Nonsubsidi Ikut Naik

Emak-Emak Meradang, Sembako Naik Kini Gas LPG Nonsubsidi Ikut Naik

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Beberapa waktu terakhir ini harga sembako mengalami kenaikan yang cukup besar. Seperti telur, minyak goreng hingga harga cabai yang melambung tinggi.

Tak hanya itu, mulai Sabtu (25/12/2021) kemarin harga gas LPG nonsubsidi juga ikut naik. Hal ini memang biasa terjadi menjelang peringatan hari-hari besar.

- Advertisement -

Kenaikan harga ini pun membuat emak-emak meradang. Betapa tidak, kenaikan harga pada bahan-bahan pokok ini mencapai hingga hampir 100% dari harga normalnya.

Menanggapi hal itu, Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa beberapa harga bahan pokok memang mengalami inflasi yang cukup tinggi. Ada banyak sekali bahan pokok yang dilaporkan mengalami kenaikan harga dengan begitu tinggi dan dikeluhkan karena cukup mencekik bagi pengeluaran rumah tangga, diantaranya:

  1. Minyak Goreng

Diurutan tertinggi, ada kenaikan minyak goreng yang bahkan mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Perlu diketahui bahwa HET untuk seliter minyak goreng ditetapkan oleh pemerintah ada pada kisaran harga Rp 11 ribu per liter, sedangkan harga yang kini ditetapkan di pasaran melonjak mencapai lebih dari Rp 20 ribu per liter.

Menurut pantauan detikfood (2612) hari ini minyak goreng kemasan pouch ukuran 1000 mililiter atau 1 liter di supermarket berada pada kisaran Rp 22.100 hingga Rp 23.700. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan pouch ukuran 2 liter dibanderol pada harga Rp 40.190 hingga Rp 45.890.

  1. Telur Ayam

Bukan hanya minyak goreng saja tetapi banyak bahan pokok lain seperti telur ayam yang harganya juga meroket. Sebelum mendekati Natal dan tahun baru, harga telur ayam masih berada di kisaran Rp 29.000. Namun berdasarkan data pada Informasi Pangan Jakarta (26/12) harga rata-rata telur ayam di Jakarta mencapai Rp 30.645 per kilogram, dengan harga tertingginya berada pada Rp 33.000 per kilogram.

  1. Gas LPG

Bahan bakar rumah tangga seperti gas elpiji juga dikabarkan masih beranjak naik harganya. Kenaikan harga gas elpiji non subsidi bahkan dilaporkan oleh Pertamina berkisar antara Rp 11.000 hingga Rp 15.000.

Kenaikan harga yang terjadi sejak November 2021 lalu ini diakui sebagai harga tertinggi sejak tahun 2014 dan terus meningkat hingga 57% sejak Januari 2021. Harga gas elpiji ukuran 5,5 kilogram isi ulang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 65.000 kini menjadi Rp 76.000 sedangkan untuk gas 12 kilogram dari harga Rp 148.000 kini Rp 173.000. Tetapi untuk gas melon atau tabung hijau berukuran 3 kilogram harganya tetap pada angka Rp 22.000.

  1. Cabai dan Bawang

Menjadi bahan pokok yang paling sensitif terhadap fluktuasi harga, berbagai jenis cabai juga alami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan data Informasi Pangan Jakarta (26/12) harga cabai sedang berada pada kisaran Rp 60.000 hingga Rp 30.000 per kilogram berdasarkan jenisnya.

Cabai merah keriting tertinggi berada pada Rp 60.000 per kilogram dengan rata-rata harga Rp 48.853 per kilogram. Sedangkan untuk cabai merah besar berada pada harga tertingginya Rp 80.000 per kilogram dan harga rata-rata Rp 54.438 per kilogram.

Varietas cabai rawit juga mengalami kenaikan yang signifikan bahkan meroket tajam dibandingkan dengan cabai merah. Untuk cabai rawit merah dibanderol dengan harga tertinggi Rp 130.000 per kilogram dan harga rata-ratanya Rp 102,941 kilogram. Sementara itu cabai rawit hijau berada pada harga tertinggi Rp 70.000 per kilogram dan kisaran harga rata-ratanya mencapai Rp 56.059 per kilogram.

Ketika harga cabai melonjak tentu ada harga bawang yang juga ikut naik. Per 26 Desember 2021, harga bawang merah berada pada kisaran Rp 40.000 per kilogram dan bawang putih mengikuti pada kisaran Rp 29.911 per kilogram.

Latest news

Related news

- Advertisement -