26 C
Jakarta
Sabtu, 4 Desember 2021
BerandaHeadlineWaspada DBD Menyerang Anak-Anak, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Waspada DBD Menyerang Anak-Anak, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Pada musim hujan sekarang ini, Demam Berdarah Dengue (DBD) marak terjadi dan seringkali menyerang anak-anak. Untuk itu, orangtua sebaiknya selalu waspada terhadap penyakit serius ini. Pasalnya, jika terlambat dideteksi maka akan berbahaya bahkan dapat mengancam nyawa seseorang.

Berikut adalah penyakit DBD yang harus Anda waspadai. Mulai dari gejala DBD pada anak, cara mengatasi, sampai kapan perlu waspada dengan penyakit ini.

- Advertisement -

Melansir Baby Centre, ada beberapa gejala demam berdarah pada anak yang biasanya dirasakan penderitanya, antara lain:

  1. Demam tinggi, suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat Celsius
  2. Rewel dan gelisah Badan lemas dan kerap mengantuk
  3. Sering menangis Gusi pendarahan atau hidung mimisan
  4. Muncul ruam di kulit
  5. Sering muntah, bisa sampai tiga kali sehari
  6. Bagian belakang mata terasa sakit, terutama saat bola mata digerakkan
  7. Badan terasa sakit karena nyeri otot dan sendi
  8. Sakit kepala
  9. Tidak selera makan, atau enggan menyusu
  10. Mual-mual

Gejala demam berdarah pada anak biasanya muncul selang empat sampai sepuluh hari setelah si kecil digigit nyamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi virus dengue.

Cara mengatasi DBD pada anak Jika Anda mendapati beberapa gejala DBD pada anak, segera konsultasikan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan kesehatan. Selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter biasanya juga menyarankan tes darah untuk memastikan diagnosis. Tidak ada obat khusus untuk demam berdarah. Dokter biasanya meresepkan obat parasetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri.

Anda juga dapat mengupayakan beberapa cara mengatasi DBD pada anak berikut:

  • Pastikan anak cukup istirahat
  • Berikan banyak cairan untuk diminum anak agar tidak dehidrasi, selain itu pastikan Anda mendapatkan makanan bergizi agar proses pemulihan penyakitnya bisa berjalan optimal
  • Kompres demam anak agar suhu tubuhnya lekas turun

Selain beberapa cara di atas, orangtua dan pengasuh juga perlu waspada dengan perubahan kondisi tubuh anak ketika menjalani proses pemulihan ketika terkena penyakit demam berdarah.

Lalu kapan perlu waspada dengan gejala DBD pada anak? Ketika anak terkena penyakit DBD, para orangtua dan pengasuh tak boleh lengah. Pasalnya, demam berdarah memiliki fase mirip pelana kuda. Di tahap awal penyakit, pasien akan tampak sangat sakit kemudian demam turun, sehingga banyak orang menganggap penyakit sudah sembuh. Pada saat demam turun di bawah 38 derajat Celsius ini, terkadang beberapa penderita DBD yang tidak mendapatkan penanganan medis tepat mulai mengalami komplikasi yang berpotensi fatal.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Anda perlu segera membawa si kecil ke rumah sakit apabila gejala DBD pada anak sampai menyebabkan:

  • Sakit perut parah
  • Muntah terus menerus
  • Napas jadi pendek-pendek atau cepat
  • Muntah darah
  • Gelisah terus-menerus
  • Sangat lemas atau tidak sadarkan diri

Beberapa gejala DBD pada anak di atas menunjukkan demam berdarah memasuki fase kritis. Di fase kritis DBD ini, penderita demam berdarah membutuhkan observasi dan perawatan medis tepat setidaknya selama 24-48 jam. Tujuannya, untuk mencegah komplikasi sampai kematian.

Latest news

Related news

- Advertisement -