26.8 C
Jakarta
Jumat, 3 Desember 2021
BerandaHeadlineGerhana Bulan ‘Blood Moon’ Terlama Akan Berlangsung Hari Ini

Gerhana Bulan ‘Blood Moon’ Terlama Akan Berlangsung Hari Ini

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Gerhana bulan akan berlangsung pada hari ini, Jumat 19 November 2021. Fenomena alam tersebut akan terjadi selama tiga jam 28 menit. Berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2018, gerhana bulan terjadi selama satu jam 42 menit dan 57 detik.

Hal ini diungkapkan Badan Antariksa dan Penerbangan Nasional (NASA). Nasa juga mengatakan gerhana akan berlangsung kurang dari dua jam, sehingga fenomena alam yang akan terjadi pada pertengahan November ini dianggap sebagai gerhana bulan terlama.

- Advertisement -

Selain itu, Bulan di akhir November juga dikenal sebagai ‘bulan beku’ atau ‘bulan berang-berang’. Artinya, gerhana bulan kali ini akan menjadi ‘blood moon’ sebagian dengan warna kemerahan yang terlihat di permukaan bulan.

Blood moon adalah sebutan yang diberikan untuk fenomena gerhana bulan purnama yang terjadi ketika posisi bumi berada persis di antara matahari dan bulan sehingga bayangan bumi menutupi bulan. Pada 19 November, diperkirakan hampir 97 persen bulan akan terlindungi dari Bumi.

Antara tahun 2001 dan 2010, total 288 fenomena gerhana bulan diperkirakan akan terjadi. Gerhana bulan diawali fase awal penumbra yang terjadi pukul 13.00 WIB atau 14.00 Wita atau 15.00 WIT.

Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal ini sebab Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit. Selanjutnya, terjadi fase awal sebagian pukul 14.18 WIB atau 15.18 Wita atau 16.18 WIT, yang masih belum bisa teramati dari seluruh wilayah Indonesia.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan fenomena langka tersebut, dapat dilihat tanpa menggunakan alat bantu optik apa pun. Namun perlu diperhatikan, tanda perbedaan mendasar antara Bulan Purnama biasa dengan Gerhana Bulan Penumbra yaitu Gerhana Bulan Penumbra akan lebih buram dan redup dibandingkan dengan Bulan Purnama pada umumnya.

Gerhana bulan akan terlihat jelas saat diamati melalui kamera DSLR, kamera ponsel mode pakar, maupun kamera CCD yang terhubung dengan teleskop dan lain sebagainya.

Latest news

Related news

- Advertisement -