Jakarta, IndoChannel.id – Jumlah varian baru virus corona di DKI Jakarta meningkat dengan total 1.327 kasus. Selain DKI Jakarta, beberapa wilayah lain pun diketahui mengalami peningkatan kasus Covid-19.
Berdasarkan catatan Balitbangkes Kemenkes RI per 13 November, penambahan varian Delta paling tinggi dilaporkan Jawa Barat yaitu bertambah 165 kasus, DKI Jakarta 90 kasus, disusul Sulawesi Utara 86 kasus.
Sedangkan penambahan varian Beta terjadi di Jawa Barat, yakni bertambah 1 kasus. Begitu juga dengan varian Alpha, hanya Jawa Barat yang mencatat peningkatan kasus, bertambah 3 sehingga totalnya berjumlah 20.
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai kemunculan subvarian Delta AY.4.2 yang memicu peningkatan kasus COVID-19 di Inggris. Subvarian Delta ini diyakini memiliki 10-15 persen penularan lebih tinggi ketimbang varian Delta ‘asli’.
Corona AY.4.2 yang juga disebut varian ‘Delta Plus’ sudah ditemukan di Singapura hingga Malaysia. Meski begitu, Indonesia sebenarnya memiliki 25 mutasi atau turunan dari varian Delta yang juga diwaspadai.
Bahkan, salah satu subvarian yang dominan ditemukan dan bermutasi di Indonesia yaitu Corona AY.23 sudah menyebar ke beberapa negara termasuk Singapura.
“Varian Delta B16172 masuk ke Indonesia, kemudian dia bermutasi dan itu menjadi AY.23 dan itu menjadi sublineage, varian yang sangat dominan di Indonesia, menyebar ke luar, salah satunya Singapura,” ungkap Menkes Budi Gunadi Sadikin, Sabtu (13/11/2021).
“Karena Singapura paling besar adalah AY.23 yatitu merupakan varian baru dari varian Delta,” lanjutnya.
Berikut adalah laporan terbaru Balitbangkes Kemenkes RI per 16 Oktober 2021.
Varian Delta: 4.732 kasus
- Aceh: 54 kasus
2. Sumatera Utara: 150 kasus
3. Sumatera Barat: 75 kasus
4. Bengkulu: 22 kasus
5. Sumatera Selatan: 59 kasus
6. Jambi: 195 kasus
7. Kepulauan Riau: 52 kasus
8. Kepulauan Bangka Belitung: 43 kasus
9. Riau: 58 kasus
10. Lampung: 6 kasus
11. Banten: 29 kasus
12. Jawa Barat: 757 kasus
13. DKI Jakarta: 1.278 kasus
14. DIY: 67 kasus
15. Jawa Timur: 85 kasus
16. Jawa Tengah: 309 kasus
17. Bali: 134 kasus
18. Nusa Tenggara Barat: 66 kasus
19. Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
20. Kalimantan Tengah: 3 kasus
21. Kalimantan Barat: 56 kasus
22. Kalimantan Timur: 393 kasus
23. Kalimantan Utara: 70 kasus
24. Kalimantan Selatan: 126 kasus
25. Sulawesi Selatan: 24 kasus
26. Sulawesi Utara: 186 kasus
27. Sulawesi Tengah: 66 kasus
28. Sulawesi Tenggara: 20 kasus
29. Sulawesi Barat: 40
30. Gorontalo: 29 kasus
31. Maluku: 43 kasus
32. Maluku Utara: 44 kasus
33. Papua: 53 kasus
34. Papua Barat: 39 kasus
Varian Beta: 22 Kasus
- DKI Jakarta: 12 kasus
2. Jawa Barat: 3 kasus
3. Jawa Timur: 6 kasus
4. Bali: 1 kasus
Varian Alpha: 76 kasus
- Sumatera Utara: 2 kasus
2. Riau: 1 kasus
3. Sumatera Selatan: 1 kasus
4. Lampung: 1 kasus
5. Kepulauan Riau: 7 kasus
6. DKI Jakarta: 37 kasus
7. Jawa Barat: 20 kasus
8. Jawa Timur: 4 kasus
9. Jawa Tengah: 1 kasus
10. Kalimantan Selatan: 1 kasus
11. Bali: 1 kasus

