26.8 C
Jakarta
Jumat, 3 Desember 2021
BerandaFinanceHarga Minyak Goreng Makin Naik, Pedagang : Kasihan Rakyat Kecil

Harga Minyak Goreng Makin Naik, Pedagang : Kasihan Rakyat Kecil

- Advertisement -

Malang, IndoChannel.id – Dalam beberapa waktu terakhir ini, bahan pokok mengalami kenaikan harga. Salah satunya minyak goreng yang terus merangkak naik. Harganya yang mahal dikeluhkan oleh sejumlah pedagang di Kota Malang.

Dari penuturan para pedagang, kenaikan sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir ini, hingga menyentuh angka Rp18.000 sampai Rp20.000. Salah seorang pedagang Nur Hasanah mengungkapkan, kenaikan harga minyak goreng curah pun cukup signifikan dari sebelumnya Rp 14 ribu menjadi Rp 19 ribu per kilogramnya untuk minyak goreng curah.

- Advertisement -

“Yang (minyak goreng) curah sebelumnya Rp14 – Rp15 ribu, sekarang Rp19 ribu, harga normalnya Rp14 – Rp15 ribu itu,” katanya.

Begitu juga dengan minyak goreng kemasan yang harganya ikut naik, di lapak dagangan miliknya harga minyak goreng kemasan menembus Rp18 ribu per liternya.

“Yang kemasan juga naik, sekarang Rp18 ribu per liternya. Dari distributornya sudah mahal, kalau distributornya di Pakisaji,” ungkapnya.

Sama halnya dengan Nur Hasanah, Avi Riskia yang juga seorang pedagang menuturkan, kenaikan minyak goreng sudah ia rasakan selama sebulan lebih terakhir ini. Bahkan di pekan – pekan terakhir ini angka kenaikan cukup signifikan diiringi dengan langkanya stok minyak goreng.

“Harga minyak gila – gilaan naiknya banyak sekali. Naiknya satu bulan ini, mulai satu bulan ini merangkak naik terus barangnya juga kosong,” kata dia.

Dia juga menjelaskan, harga minyak goreng curah di lapaknya mencapai Rp17 ribu per kilogramnya, sementara untuk minyak goreng kemasan dengan kemasan dua liter mencapai Rp35 ribu.

“Sekarang dua liter sudah Rp35 ribu, yang satu liter Rp17.500 ribu merk nggak terlalu terkenal. Kalau yang terkenal Sofia, Fortune mungkin Rp18 ribu. Kalau untuk Freesweel, kosong nggak terlalu ada, yang minyak curah normalnya Rp 13 ribu, dari 13 ribu naik ke Rp17 ribu,” sambungnya lagi.

Kenaikan ini disebut secara bertahap dan tidak langsung, artinya kenaikan perlahan-lahan saat sekali ambil dari pihak distributor dan agen – agen besar.

“Harga normalnya Sekitar Rp14 – Rp15 ribu, itu saja sudah mahal untuk ukuran kemarin, tapi sekarang tiap hari naik terus, naik seribu, dua ribu, kadang malah naik Rp5 ribu satu kartonnya,” paparnya.

Avi berharap agar pemerintah bisa melakukan tindakan cepat supaya harga – harga minyak goreng yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat bisa kembali turun, dan tidak membebani masyarakat. Apalagi menjelang perayaan natal dan tahun baru yang kemungkinan besar kenaikan harga terjadi.

“Pemerintah melakukan razia di pasar menurunkan harga, kayak gula kemarin ada dari pemerintah operasi pasar, kasihan rakyat kecil bisa membeli itu dengan harga murah. Kayaknya naik terus biasanya mau menjelang Natal tahun baru harga – harga naik nggak ada turun,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan M. Sailendra mengakui bahwa pihaknya tak bisa berbuat banyak bahwa mengontrol harga minyak goreng. Mengingat kenaikan harga minyak goreng ini tidak hanya terjadi di Kota Malang saja, melainkan beberapa daerah lain di Indonesia.

“Seluruh daerah mengalami ini semua, tidak hanya di Malang saja. Kami koordinasi komunikasi Diskoperindag Provinsi Jawa Timur apa yang dilakukan. Di level kami sebatas mendorong monitoring, tetapi pemerintah pusat yang menganalisa sampai sejauh mana memantau sampai di tingkat tertentu melakukan intervensi kebijakan,” terang Sailendra.

Latest news

Related news

- Advertisement -