26 C
Jakarta
Sabtu, 4 Desember 2021
BerandaNewsPeran Perempuan dalam Pertumbuhan Sosial Ekonomi di era Revolusi 4.0

Peran Perempuan dalam Pertumbuhan Sosial Ekonomi di era Revolusi 4.0

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Digitalisasi Indonesia memasuki jalur yang lebih cepat untuk tumbuh secara agresif. Selain itu adopsi digital juga menjadi budaya karena sudah membantu berbagai kalangan untuk mengkonstruksi digital dan memberi dampak bagi pemberdayaan kaum perempuan.

Melihat fenomena transformasi digital atau digitalisasi tersebut, Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPPRI) menggelar workshop bertajuk Women in Tech: Kepemimpinan Perempuan di Era Digital Rabu (29/09/21) secara luring dan daring.

- Advertisement -

Ketua KPPRI, Diah Pitaloka dalam sambutannya mengatakan “Kepemimpinan digital menjadi kunci fundamental agar Perempuan Parlemen dapat mengoptimalkan teknologi digital untuk kepentingan peningkatan kompetensi dan mengakselerasi langkah-langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat luas serta membantu mewujudkan aspirasi masyarakat.”

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan hal yang serupa bahwa bagaimana perempuan dapat menjadi kreator dunia digital sehingga dapat mematahkan sterotipe perempuan dalam menggunakan digital.

“Pesatnya perkembangan industri digital selama pandemi menjadi lahan subur bagi masyarakat termasuk kaum perempuan untuk memulai bisnis dan teknologi digital membuka pintu bagi UMKM kita untuk naik kelas dan dengan demikian kita berpartisipasi aktif menggunakan teknologi digital untuk turut meningkatkan kesejahteraan umum,” papar Puan.

Era revolusi industry 4.0 bagi Corporate Senior Vice President & Director of the Board Huawei, Catherine Chen tidak hanya tentang robot cerdas atau kendaraan terbang tetapi era ini membuka kesempatan untuk pertumbuhan sosial ekonomi dan perkembangan individu di semua kalangan termasuk perempuan bisa mendapat manfaat dari perkembangan tekonologi digital.

“Huawei telah berdedikasi dan berkomitmen mendukung perempuan Indonesia menggapai posisi puncak di segala bidang. Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa era digital yang inklusi dan maju tidak akan mungkin tanpa partisipasi dan kontribusi perempuan” ungkap Catherine Chen.

Selain pembahasan peran perempuan turut hadir juga Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim POLRI, Kombes Pol Himawan Bayu Aji, S.H, S.Ik, M.H mengingatkan tentang perlindungan perempuan dalam ancaman cyber crime. Himawan mengakui perkembangan teknologi digital melahirkan banyak womenpreuneur yang sukses mengembangkan usaha di ranah digital.

Sayangnya perkembangan teknologi digital membawa ancaman juga pada eksistensi para womenpreneur ini, salah satunya adalah pencurian identitas dan kebocoran data. Oleh sebab itu, edukasi terhadap prinsip kehati-hatian untuk melindungi data-data pribadi di ranah digital masih harus diperluas dan rambu-rambu hukumnya harus lebih diperjelas,” tegas Himawan.

Lebih lanjut peran nyata perempuan dalam pertumbuhan ekonomi di era digital adalah terlihat semakin banyak wanita tergabung menjadi partner bisnis dalam PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek.

“Tercatat sebesar 42% gofood merchant di Gojek adalah dimiliki oleh perempuan. Selain gofood merchant juga ada gopay merchant yaitu sebesasar 39% dan 76% dari gosend merchant didominasi oleh perempuan.” papar Tricia Iskandar selaku Vice President Public Policy and Government Relations Gojek.

Sejumlah narasumber lainnya turut hadir dan memberikan pemaparan mengenai penguatan kepemimpinan perempuan dalam era digital diantaranya adalah Mira Tayyiba (Sekjen Kementerian Kominfo), drg. Putih Sari (Wakil Ketua Fraksi P. GERINDRA/Ketua Panitia), Dyah Roro Esti, (Anggota Komisi VII DPR RI), Aria Widyanto (Chief Risk and Sustainability Officer Amartha.com), M. Rosidi (Director of ICT Strategy and Business of Huawei Indonesia), Dr. Sofian Lusa (Akademisi dan Praktisi Ekonomi Digital). Seluruh pembicara mengungkap kerangka konseptual, rencana implementasi hingga potensi yang bisa dicapai perempuan Indonesia melalui penguasaan teknologi digital. Setelah workshop ini juga diharapkan akan muncul lebih banyak peran perempuan tampil di publik baik dalam hal ekonomi dan sosial.

Latest news

Related news

- Advertisement -