26 C
Jakarta
Rabu, 27 Oktober 2021
BerandaNewsJalur Puncak II Akan Terealisasi? Ini Penjelasan Bupati Bogor

Jalur Puncak II Akan Terealisasi? Ini Penjelasan Bupati Bogor

- Advertisement -

Bogor, IndoChannel.id – Polres Bogor telah memberlakukan sistem ganjil genap di Jalur Puncak untuk mengurangi kemacetan di akhir pekan. Namun, menurut Bupati Bogor, Ade Yasin jika solusi ini hanya masuk dalam penanganan jangka pendek.

Untuk Itu, Ade Yasin meminta pemerintah segera membangun Jalur Puncak II sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jalur Puncak.

- Advertisement -

Ade mengaku telah mendorong pembangunan Jalur Puncak II yang juga disebut Poros Tengah Timur (PTT), namun dia bilang pengajuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tidak membuahkan hasil.

Ia kali ini meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera membangun Jalur Puncak II.

“Saya kira kita butuh solusi yang lain, solusi yang kami selalu gaungkan. Hari ini Bupati Cianjur [Herman Suherman] juga sangat ingin mendorong bahwa solusi untuk kemacetan Puncak adalah Puncak II,” ungkap Ade, Sabtu (18/9/2021).

Ade menyebut telah melakukan penanganan di Jalur Puncak untuk mengatasi kemacetan, yakni menganggarkan Rp 5 miliar untuk membuka sebagian lahan bersama TNI.

Lanjut Ade, Pemerintah Kabupaten Bogor tak sanggup mendanai pembangunan jalan sepanjang 48,7 kilometer yang diperkirakan butuh dana Rp 5 triliun untuk menghubungkan Sentul Bogor dengan Istana Cipanas di Cianjur.

“Kalau secara nasional memang angka segitu kecil, saya kira perkiraan Rp 5 triliun itu termasuk jembatan-jembatan yang melalui sungai, perkiraan segitu tuntas seluruhnya,” tukasnya.

Sementara Herman menjelaskan permintaan pembangunan Jalur Puncak II murni berasal dari aspirasi warga untuk kemudahan akses ke daerah lain.

Pihaknya dikatakan juga sudah berinisiatif melakukan penataan kecil di Jalur Puncak II yang masuk dalam Kabupaten Cianjur. Target dia pembangunan selesai pada 2022.

“Kami mengingatkan bapak-bapak di (pemerintah) pusat bawah ini aspirasi dari bawah. Kami benar merasakan, dari Jakarta mau ke Cianjur macet, dari Bandung Macet,” papar Herman.

“Saat ini kami sedang membaguskan jalur exiting, yang panjangnya 9,2 kilometer dan lebarnya 4-5 meter. Insya Allah tahun ini tersisa 2 kilometer lagi, tahun depan akan selesai,” kata Herman lagi.

Latest news

Related news

- Advertisement -