26 C
Jakarta
Rabu, 27 Oktober 2021
BerandaHeadlineIrjen Napoleon Bonaparte Aniaya M Kece di Sel Tahanan? Ini Penjelasan Polisi

Irjen Napoleon Bonaparte Aniaya M Kece di Sel Tahanan? Ini Penjelasan Polisi

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Mantan Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte aniaya Muhammad Kosman alias M Kece di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan bahwa Kece telah melakukan pelaporan terhadap seseorang yang diduga pelaku penganiayaan tersebut.

- Advertisement -

“Pada tanggal 26 Agustus 2021 Bareskrim terima satu Laporan Polisi LP Nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim atas nama pelapor Muhamad Kosman kasusnya pelapor melaporkan dirinya telah mendapatkan penganiayaan dari orang yang saat ini memjadi tahanan Rutan Bareskrim Polri,” papar Rusdi.

Rusdi menyebut, saat ini pihak Bareskrim Polri sedang memproses laporan yang dilakukan oleh Muhammad Kece tersebut.

Sementara itu, saat dimintai keterangan, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto tak membantah kabar soal penganiayaan Kece diduga dilakukan oleh Irjen Napoleon.

“Sudah tahu bertanya pula,” kata Agus.

Sebelumnya informasi menyebutkan peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kece. Dari hasil pemeriksaan, diketahui jika NB telah memukuli dan melumuri M Kece dengan kotoran manusia.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi membenarkan informasi tersebut.

“Dalam pemeriksaan terungkap selain terjadi pemukulan, pelaku NB juga melumuri wajah dan tubuh korban dengan kotoran manusia yang sudah dipersiapkan oleh pelaku,” ungkap Brigjen Andi.

Andi mengatakan peristiwa itu terjadi pada hari yang sama saat Kece mengalami penganiayaan di sel isolasi.

“Iya, sambil memukul juga melumuri kotoran manusia,” sambungnya lagi.

Lanjut Andi, kotoran manusia tersebut telah disiapkan oleh NB dan disimpan di kamar selnya. Kemudian seorang saksi mengaku mendapat perintah untuk mengambil kotoran tersebut.

Lalu, kotoran tersebut oleh pelaku dilumurkan ke wajah dan tubuh M Kece, tersangka dugaan tindak pidana penistaan agama.

Setelah kejadian tersebut, Irjen Napoleon Bonaparte menyampaikan surat terbuka tentang penganiayaan yang dilakukannya terhadap M Kece.

“Sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya,” tulisnya dalam surat terbuka.

Ia mengaku bahwa dirinya dilahirkan sebagai muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Ia pun tak terima Islam dilecehkan oleh M Kece sehingga bersumpah akan melakukan tindakan terukur.

“Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, AlQuran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa perbuatan M Kece dan beberapa orang tertentu yang diduga melakukan penistaan agama telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Napoleon menyayangkan jika sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab dengan menistakan agama.

Menanggapi surat terbuka tersebut, Andi menduga bahwa Napoleon Bonaparte sengaja membuat surat terbuka itu untuk mencari simpati publik maupun kelompok tertentu.

“Nggak akan berpengaruh, itukan maksudnya untuk mencari simpati dari kelompok tertentu,” kata Andi.

Menurut Andi, penyidik tak akan terpengaruh terkait surat terbuka tersebut.

“Tapi saya pastikan penyidikan tidak akan terpengaruh,” tukasnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -