28.3 C
Jakarta
Minggu, 5 Desember 2021
BerandaHeadlineBioskop Boleh Dibuka Jika…

Bioskop Boleh Dibuka Jika…

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Pada perpanjangan PPKM kali ini, pemerintah melakukan relaksasi terhadap bioskop yang berada di level 2 dan 3, termasuk bioskop yang ada di Kota Bandung.

Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 42 tentang PPKM Level 2, 3 dan 4, disebutkan bahwa untuk bioskop dapat beroperasi kembali dengan memenuhi beberapa persyaratan, salah satunya adalah wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung dan pegawai.

- Advertisement -

Persyaratan lainnya adalah kapasitas tempat maksimal 50 persen. Namun, untuk pengunjung usia  dibawah 12 tahun masih dilarang untuk masuk.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kania Sari meminta pihak pengelola bioskop harus segera memenuhi persyaratan yang sudah tertuang dalam Inmendagri nomor 42 tahun 2021.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan koordinasi dari para pengelola Bioskop.

“Jadi Yang 6 poin didalam Inmendagri itu harus dipenuhi, dan bahkan belum ada (koordinasi) dari para pengelola Bioskop. Justru kita yang hari ini akan mengingatkan mereka (pengelola Bioskop),” ujar Kadisbudpar Kota Bandung saat dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

Di tempat yang berbeda, Walikota Bandung, Oded M Danial mengaku bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait rencana pelonggaran kegiatan usaha Bioskop di Kota Bandung. Ia juga mengatakan relaksasi yang sudah diberikan oleh Pemerintah Pusat ini, akan dikaji melalui Rapat Terbatas (Ratas) nanti.

“Jadi Kita belum ada evaluasi lagi, dan yang kemarin saya tandatangan itu sampai sekarang, dan sekarang sudah ada baru lagi (peraturan) di pusat, kita akan sikapi lagi nanti,” ucap Oded.

Oded juga menambahkan bahwa dimasa perpanjangan PPKM ini, ada kelonggaran-kelonggaran yang sudah diberikan oleh Pemerintah Pusat, namun pihaknya akan tetap menyesuaikan dengan Kebijakan yang ada di Pemerintah Kota Bandung.

“Jadi kan kita punya mekanisme, ketika sekarang ada lagi kebijakan baru dari pusat (Pemerintah Pusat), kita akan sikapi dengan cara dipelajari dan dievaluasi disesuaikan dengan ke adaan di kita (Kota Bandung),” kata Oded.

Latest news

Related news

- Advertisement -