32.9 C
Jakarta
Sabtu, 23 Oktober 2021
BerandaNewsSiapa Calon Panglima TNI Selanjutnya? Ini Kata Pengamat

Siapa Calon Panglima TNI Selanjutnya? Ini Kata Pengamat

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Tak lama lagi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun. Tepatnya pada November 2021, akan ada Panglima TNI yang baru.

Calon Panglima TNI ini kembali menjadi topik pembicaraan hangat. Menurut pengamat Militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati (Nuning) mengatakan Panglima TNI yang ideal pada masa kini, Panglima TNI selain cakap dalam mengatasi terorisme dan radikalisme, Panglima TNI wajib memiliki kemampuan dalam memahami perang hibrida, teknologi dan teritorial.

- Advertisement -

“Saya melihat bahwa sangat tepat dalam kurun waktu sekarang ini Panglima TNI dijabat orang yang paham perang Hibrida, IT, Media Sosial dan Teritorial. Ancaman Terorisme dan radikalisme juga harus dikuasai,” katanya, Senin (6/9/2021).

Nuning yang juga dosen Universitas Pertahanan (Unhan) itu melanjutkan seorang Panglima TNI juga selain memiliki prestasi dan pengalaman akademik sebagai keniscayaan untuk dikuasai. Panglima TNI juga harus menjaga dengan baik kedaulatan NKRI sebaik mungkin, siap menjaga agar tidak terjadi disintegrasi.

Nuning kembali menekankan sosok Panglima TNI memiliki dampak penangkalan bagi petinggi militer internasional.

“Hal lain pertimbangan perkembangan lingkungan strategis pada tataran Global dan Regional. Penting sekali jika Panglima TNI disegani dunia internasional. Akan sangat baik jika Pang TNI adalah Schollar Warior , perwira akademisi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pertimbangan kebutuhan organisasi TNI dalam kurun waktu ke depan sebagai bagian modernisasi Alutsista sehingga dibutuhkan kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang handal.

Segala keputusan penunjukan Panglima TNI ada ditangan presiden. hal tersebut sesuai dengan pasal 13 ayat 4 UU RI nomor 34 tahun 2004 yang menjelaskan bahwa  jabatan Panglima TNI dapat dijabat oleh Pati aktif yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

“Artinya KSAD, KSAL dan KSAU memiliki peluang yang sama untuk menjabat Panglima TNI. Meski harus bergantian namun pada kenyataannya Presiden yang menentukan siapa yang akan menjabat. Hak prerogatif presiden tersebut memang tidak dapat diintervensi oleh siapapun,” tutupnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -