32.9 C
Jakarta
Sabtu, 23 Oktober 2021
BerandaNewsPenggal Ular Kobra untuk Dimasak, Koki Ini Tewas Terkena Racun

Penggal Ular Kobra untuk Dimasak, Koki Ini Tewas Terkena Racun

- Advertisement -

China, IndoChannel.id – Seorang Koki di China selalu menyiapkan menu untuk pengunjungnya dengan berbagai jenis ular.

Suatu ketika Peng Fan, akan memasak makanan dari jenis ular kobra. Ia berhasil memenggal kepala ular. Bahkan Fan, sempat membuat sup selama 20 menit.

- Advertisement -

Setelah itu, Fan berniat untuk membuang kepala ular kobra yang sudah dipenggalnya. Namun, nahas ular itu secara tiba-tiba mengeluarkan racun dari mulutnya. Tak selang, Koki ini langsung tewas seketika.

Seorang pengunjung restoran, Lin Sun mengaku terkejut atas kehebohan yang terjadi di sana. Awalnya, Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“Kami sedang berada di restoran untuk makan karena ulang tahun istri saya, namun tiba-tiba ada banyak keributan. Kami tidak tahu apa yang terjadi tetapi kami dapat mendengar teriakan datang dari dapur,” tuturnya, melansir Dailystar.

Tak sempat mendapatkan bantuan medis, nyawa koki malang itu gagal diselamatkan.

“Setelah kami mendengar itu semua (koki meninggal dunia), kami tidak melanjutkan makan kami,” ujar Lin.

Ular dianggap sebagai salah satu makanan lezat di China Selatan. Tak heran, banyak koki yang selalu menyajikan menu ular. Namun jika dalam menyiapkannya keliru, maka dapat berakibat fatal bagi keselamatan nyawa seorang koki. Apalagi racun yang dilontarkan kobra jelas sangat mematikan.

Hal itulah yang dialami Peng Fan sehingga meregang nyawa, tak lama setelah menyajikan kuliner ekstrem tersebut.

Di tempat berbeda, seorang juru bicara polisi mengungkap fakta lain terkait serangan ular berbisa di negara itu. Menurutnya, kejadian serupa pernah terjadi pada 2014 silam.

“Ini adalah kasus yang sangat tidak biasa tetapi tampaknya hanya kecelakaan. Tuan Fan memiliki reaksi yang sangat parah terhadap gigitan itu. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan pria itu. Hanya anti-racun yang bisa membantu tetapi pada kasus ini tidak diberikan tepat waktu,” kata jubir polisi.

“Dia menyiapkan ular itu sendiri dan hanya sial. Itu kecelakaan yang tragis,” imbuhnya.

Menurut pakar reptil, ular dan hewan reptil lainnya sejatinya masih dapat melakukan gerakan reaktif hingga satu jam setelah dibunuh.

“Sangat mungkin kepala itu tetap hidup dan menggigit tangan Peng. Pada saat seekor ular kehilangan kepalanya, ular itu mati secara efektif karena fungsi dasar tubuh telah berhenti, tetapi masih ada beberapa tindakan refleksif,” kata dia.

“Itu berarti ular masih (punya) kemampuan menggigit dan menyuntikkan racun bahkan setelah kepalanya dipenggal,” timpalnya.

Fakta mengejutkan lain yakni ular kobra ternyata dapat memuntahkan racunnya hingga setinggi sembilan kaki. Ilmuwan membuktikan bahwa hewan menakutkan itu kerap mengincar mata korbannya.

Latest news

Related news

- Advertisement -