32.9 C
Jakarta
Sabtu, 23 Oktober 2021
BerandaHeadline330 Sekolah di Kota Bandung Siap Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

330 Sekolah di Kota Bandung Siap Lakukan Pembelajaran Tatap Muka

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Pemerintah Kota Bandung akan memperbolehkan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka dimulai pada 8 September 2021 mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Bambang Ariyanto, membenarkan kabar tesebut. Ia menjelaskan, PTM akan dilakukan oleh 330 sekolah dari semua jenjang pendidikan.

- Advertisement -

Menurutnya, sekolah yang diperbolehkan melakukan PTM yaitu sekolah yang telah dinyatakan lolos verifikasi tahap 1 dan telah menjalankan masa uji coba dengan kapasitas 25 persen.

Sedangkan, untuk 1.692 sekolah lainnya baru akan mulai masa uji coba di minggu ketiga September setelah dinyatakan lolos verifikasi.

“Akan dilakukan verifikasi dulu pada 6-9 September 2021. Setelah diplenokan untuk penetapan sekolah yang lulus verifikasi, dan jika dinyatakan lolos maka bisa melakukan uji coba pada 13 September 2021,” ucap Bambang, Jumat (3/9/2021).

“Kapasitas di masa transisi 25-50 persen, untuk masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) 50-75 persen dan masa ‘new normal’ 100 persen. Diperkirakan Januari 2022 akan masuk masa new normal jika kasus semakin landai,” bebernya.

Meskipun demikian, Pemkot Bandung akan terus memantau secara ketat sekolah-sekolah yang sudah menyatakan siap melaksanakan PTM terbatas dan juga selama PTM terbatas berlangsung.

Penyelenggaraan belajar tatap muka terbatas di masa pandemi ini memang membutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak sekolah, siswa, maupun orang tua murid. Terutama dalam memberikan edukasi dan informasi tentang persiapan pelaksanaan PTM.

Bambang mengimbau agar seluruh elemen di sekolah untuk memastikan penerapan protokol kesehatan yang standar dengan baik dan ketat selama kegiatan PTM terbatas berlangsung.

“Dengan mengamankan alat dan perlengkapan prokesnya, menyiapkan desain kurikulumnya dan dengan menjaga kesehatan seluruh warganya,” tutupnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -