32.9 C
Jakarta
Sabtu, 23 Oktober 2021
BerandaHeadlineTol Masuk Kota Bandung Akan Disekat, Berikut Jadwal dan Lokasinya

Tol Masuk Kota Bandung Akan Disekat, Berikut Jadwal dan Lokasinya

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – Kota Bandung memberlakukan kembali ganjil genap untuk kendaraan pribadi mulai 3 September hingga 5 September mendatang.

Polrestabes Bandung bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung akan mulai melakukan penyekatan ganjil genap bagi kendaraan yang keluar dari gerbang tol akses menuju Kota Bandung.

- Advertisement -

Kepala Satlantas Polrestabes Bandung, AKBP Rano Hadiyanto mengatakan, penyekatan ganjil genap itu diberlakukan guna membatasi mobilitas warga di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Gerbang-gerbang tol masuk ke Kota Bandung yaitu mulai di gerbang tol Pasteur, Pasir Koja, Moch. Toha, Kopo, dan Buahbatu,” kata Rano di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Rabu (1/9) lalu.

Rano juga menjelaskan jika pelaksanaan ganjil genap itu dimulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk pelaksanaannya hanya pada akhir pekan Jumat, Sabtu, dan Minggu. Aturan dimulai pada Jumat (3/9) mendatang.

Ia menambahkan, sejauh ini baru direncanakan hanya digelar di gerbang tol. Sedangkan untuk pelaksanaan di pusat kota, menurutnya pihaknya bersama Pemkot Bandung masih melakukan evaluasi.

“Apakah perlu di pusat kota atau tidak, itu akan dirapatkan di Forum Komunikasi Angkutan Jalan dengan hasil analisa dari Satgas Covid-19 Kota Bandung,” katanya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan kasus Covid-19 di Kota Bandung pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Bandung terus menurun secara signifikan.

Menurut Mang Oded, sapaan akrabnya, saat ini Kota Bandung berstatus Zona Oranye berdasarkan pemetaan level kewaspadaan Jawa Barat. Meski Begitu, Oded kembali mengingatkan warga agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Mobilitas dan aktivitas masyarakat meningkat diberlakukan relaksasi secara bertahap. Tetapi kegiatan PPKM harus diiringi dengan prokes agar kasus Covid-19 semakin menurun,” ucap Oded.

Latest news

Related news

- Advertisement -