32.9 C
Jakarta
Sabtu, 23 Oktober 2021
BerandaNewsPolisi Terluka Akibat Ricuh Demo Pendukung HRS, 20 Orang Telah Diamankan

Polisi Terluka Akibat Ricuh Demo Pendukung HRS, 20 Orang Telah Diamankan

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Sebanyak 20 orang telah berhasil diamankan pihak kepolisian terkait kericuhan demo yang dilakukan oleh massa pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS), Senin (30/8/2021).

Kericuhan terjadi saat sidang putusan banding Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Massa yang diamankan telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.

- Advertisement -

“Jumlah massa yang diamankan ada sekitar 20 orang dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Kapolsek Cempaka Putih Kompol Ade Rosa.

Ade menyebut ada ratusan orang yang mengaku pendukung HRS yang berdemo di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Massa terpencar di beberapa titik.

“Ratusan mungkin ya, karena mereka juga terpencar-pencar. Ada di Coca Cola, ada di Jalan Cempaka Putih Timur,” ucap Ade.

Ia juga menjelaskan jika mereka diamankan karena melakukan perlawanan, seperti melempar batu. Padahal, sebelumnya, mereka diimbau mundur oleh polisi.

“Ya karena melakukan perlawanan terhadap petugas pada saat diimbau untuk mundur atau pergi dari objek,” tuturnya.

Kericuhan ini mengakibatkan beberapa polisi terluka. Di tempat berbeda, Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan sejumlah anggotanya terluka akibat terkena lemparan batu.

“Anggota banyak yang terluka ini dilempar batu,” kata Setyo.

Awalnya pihak kepolisian mencoba membubarkan massa. Namun, pendukung Rizieq justru melempari polisi dengan batu.

“Kita imbau untuk bubar malah dilempar batu,” ungkap Setyo.

Setyo tidak memerinci jumlah anggotanya yang terluka. Namun dia menyebut sejumlah pendukung Habib Rizieq kini telah diamankan di Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa ya (polisi terluka) dilempar batu kena helm. Kendaraan mereka kita amankan semua dibawa ke Polda,” jelas Setyo.

Latest news

Related news

- Advertisement -