25.1 C
Jakarta
Senin, 20 September 2021
BerandaHeadlineKenapa Harga Tes Swab PCR Baru Turun Sekarang? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Harga Tes Swab PCR Baru Turun Sekarang? Ini Penjelasan Kemenkes

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Pemerintah menurunkan biaya untuk melakukan tes Swab PCR. Kini, tes PCR menjadi Rp 495 ribu yang sebelumnya berada di kisaran harga Rp 900 ribu.

Menanggapi hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan kenapa pemerintah menurunkan harga tes PCR baru-baru ini.

- Advertisement -

“Dari hasil evaluasi kami sepakati bahwa batasan tarif tertinggi tes swab PCR diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk Jawa dan Bali, serta Rp525 ribu untuk di luar Jawa dan Bali,” kata Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan Prof dr Abdul Kadir dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8).

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan.

Abdul Kadir pun membeberkan alasan mengapa baru sekarang pemerintah menurunkan harga tes PCR. Lanjutnya, hal ini terjadi karena adanya penurunan harga reagen dan bahan habis pakai.

“Kenapa baru sekarang? Ini disebabkan oleh karena adanya penurunan daripada harga-harga reagen dan bahan habis pakai. Jadi, pada tahap awal, memang harga reagen yang kita beli itu kebanyakan harganya masih tinggi sehingga kita tetap mengacu pada harga tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :

Bandara Soekarno Hatta Turunkan Tarif Tes Swab PCR, Kini Hanya 495 Ribu!

Kemudian, tidak hanya menyesuaikan harga reagennya saja, tetapi juga barang medis habis pakai seperti masker, APD, dan sebagainya.

“Sekarang ini, itu sudah terjadi penurunan harga. Berdasarkan penurunan harga itu, kita lakukan perhitungan ulang maka didapatkan lah harga yang paling tinggi sekarang ini yaitu Rp495 ribu (untuk Jawa-Bali),” sambungnya.

Dia juga mengungkapkan, bahwa penetapan tarif PCR ini akan terus dievaluasi bila ada dinamika harga di pasaran.

“Dan ini akan kita evaluasi terus menerus. Tetapi pada saat nanti di mana terjadi dinamika, maka kita evaluasi kembali. Tidak menutup kemungkinan nanti ada evaluasi ulang, harganya bisa lebih turun lagi,” ujarnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -