27.8 C
Jakarta
Rabu, 22 September 2021
BerandaKesehatanAntibodi Pada Ibu Menyusui jadi Benteng Perlawanan Terhadap Covid-19

Antibodi Pada Ibu Menyusui jadi Benteng Perlawanan Terhadap Covid-19

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Ada fakta baru yang menyebutkan bahwa ibu menyusui yang terkonfirmasi positif Covid -19 memiliki kandungan antibodi yang tinggi. Hal tersebut disampaikan Satgas ASI Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) Wiyarni Pambudi.

”Pada ibu yang terkonfirmasi positif ternyata di dalam ASI nya, mengalir antibodi Imunoglobulin A dan G, mengalir pula Lactalbumin, Lactoferrin dan lain-lain yang secara spesifik merupakan benteng perlawanan terhadap SARS-CoV-2. Inilah yang disebut imunisasi pasif yang alami, yang diberikan ibu penyintas Covid-19 kepada bayinya,” katanya dalam web resmi Kemenkes, Selasa (10/8).

- Advertisement -

Wiyarni membeberkan, antivitas antibodi sIgA spesifik SARS-CoV-2 dan IgG spesifik dalam air susu penyintas Covid-19 mampu bertahan selama 7-10 bulan pasca infeksi. Peningkatan kekebalan tubuh juga ditemukan pada ibu menyusui yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Kadar antibodinya juga telah meningkat sejak 14 hari pasca penyuntikan pertama.

”Pada ibu yang telah vaksinasi Covid-19 ditemukan kadar antibodi sIgA spesifik SARS-CoV-2 dalam ASI meningkat pesat dalam waktu 14 hari pasca vaksinasi dosis pertama, semakin kuat setelah minggu ke-4 dan terukur lebih tinggi pada minggu ke-5 dan ke-6,” ungkapnya.

Wiyarni berharap agar dukungan terhadap ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif terus digalakkan saat pandemi Covid-19. Pasalnya selain sebagai sumber makanan utama, ASI penting untuk melindungi bayi dari paparan Covid-19.

“Menyusui tidak boleh terputus apapun status ibu. Apabila kondisinya tidak memungkinkan, ibu yang positif dan dirawat harus didukung agar bisa memerah ASI. Jika ibu masih kuat, lanjutkan dengan tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19,” tutupnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -