25.1 C
Jakarta
Senin, 20 September 2021
BerandaNewsWHO Desak Indonesia Tunda Vaksin Booster, Jubir Vaksin Covid-19 : Untuk Tenaga...

WHO Desak Indonesia Tunda Vaksin Booster, Jubir Vaksin Covid-19 : Untuk Tenaga Kesehatan Tidak Akan Dihentikan!

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Pemerintah Indonesia diminta WHO untuk menunda vaksin booster. WHO khawatir jika negara-negara lain tidak tercukupi untuk mendapatkan dosis vaksin Covid-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta penundaan vaksinasi booster dilakukan hingga September mendatang.

- Advertisement -

“Saya memahami keprihatinan semua pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari varian Delta. Tetapi, kamu tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global untuk menggunakannya lebih banyak lagi,” jelas Tedros yang dikutip dari Channel News Asia, Kamis (5/8/2021).

“Kami membutuhkan persediaan yang mendesak, sebagian besar vaksin masuk ke negara berpenghasilan tinggi dan sebagian lainnya ke negara yang berpenghasilan rendah,” kata Tedros.

Menanggapi hal itu, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan Indonesia akan tetap melanjutkan vaksinasi booster di tengah desakan tersebut.

“Tidak dihentikan vaksinasi booster untuk tenaga kesehatan,” katanya kepada wartawan.

Menurut Nadia, vaksin ketiga ini dapat tetap dilakukan kepada para tenaga kesehatan mengingat mereka berada di garis depan untuk merawat pasien Covid-19.

“Kalau dalam darurat perlindungan nakes vaksinasi booster bisa diberikan,” ujarnya.

Di tempat berbeda, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku vaksin Moderna untuk vaksinasi booster atau vaksinasi tahap ketiga untuk nakes sudah didistribusikan ke seluruh provinsi, cakupan vaksinasi 1,47 nakes ditargetkan selesai dalam dua minggu.

“Terkait booster nakes, itu sudah dikirim ke seluruh Indonesia minggu lalu, kami mengharapkan segera mungkin bisa diselesaikan,” katanya.

“Jadi saya harapkan ke semua Dinkes agar bisa diselesaikan dalam 2 minggu,”tutupnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -