25.1 C
Jakarta
Senin, 20 September 2021
BerandaNewsBikin Haru, Dua Atlet Lompat Tinggi Ini Berbagi Medali Emas di Olimpiade...

Bikin Haru, Dua Atlet Lompat Tinggi Ini Berbagi Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2020

- Advertisement -

Tokyo, IndoChannel.id – Olimpiade Tokyo 2020 merupakan ajang olahraga Internasional yang memperebutkan medali emas. Olimpiade Tokyo 2020 dimulai dengan Opening Ceremony pada 23 Juli 2021 kemarin.

Hingga saat ini, Altet dari berbagai belahan dunia masih berjuang untuk mengumpulkan medali emas, perak ataupun perunggu.

- Advertisement -

Namun, ada kisah menarik yang ditampilkan dari Atlet lompat tinggi, Qatar Mutaz Essa Barshim dan Italia Gianmarco Tamberi yang bertanding di Olympic Stadium, Minggu (1/8).

Mutaz Essa Barshim dan Gianmarco Tamberi berbagi medali emas.

Kejadian ini berawal dari Barshim dan Tamberi sama-sama mengakhiri lompatan dengan catatan tertinggi 2,37 meter. Kedua atlet kemudian gagal melakukan lompatan 2,39 meter masing-masing tiga kali.

Setelah masing-masing tiga kali gagal pada ketinggian itu, seorang Ofisial Olimpiade menawarkan kepada mereka satu lompatan untuk menentukan pemenang.

Kedua Altet tidak langsung menyetujui. Terlihat Barshim mendekat dan bertanya kepada Ofisial, “Apakah medali emas bisa dibagi dua?”

Sang ofisial menganggukkan kepala kemudian berkata, “Itu memungkinkan”.

Mendengar hal itu, Barshim dan Tamberi langsung bergandengan tangan, berpelukan, dan bersorak kegirangan.

Barshim dan Tamberi merupakan rival di atas arena pertandingan, namun sahabat di luar stadion. Barshim mengatakan meraih medali emas secara bersamaan dengan Tamberi adalah sebuah impian.

“Saya melihat dia, dia melihat saya, dan kami tahu. Kami hanya saling melihat, semuanya sudah berakhir, kami tidak perlu melakukan lompatan lagi,” ujar Barshim dikutip dari Reuters.

“Dia salah satu teman baik saya, tidak hanya di lapangan, tapi juga di luar. Ini impian yang jadi kenyataan. Ini adalah semangat sejati, semangat olahragawan, dan kami di sini menyampaikan pesan ini,” sambung Barshim.

Bagi Tamberi medali emas Olimpiade Tokyo merupakan pembalasan sempurna setelah absen di Olimpiade Rio 2016 karena cedera.

“Setelah cedera saya hanya ingin segera kembali, tapi sekarang saya mendapatkan medali emas, dan ini luar biasa. Saya sering kali mengimpikan hal ini. Pada 2016 sebelum Olimpiade Rio, saya diberitahu risiko tidak bisa kembali bertanding. Jadi ini perjalanan yang panjang,” ucap Tamberi.

Sedangkan Barshim pernah memenangkan perunggu, yang kemudian ditingkatkan menjadi perak, di Olimpiade London 2012. Dia kembali meraih perak di Rio empat tahun kemudian, dan memenangi dua gelar dunia berturut-turut pada 2017 dan 2019.

Catatan terbaiknya 2,43 meter adalah lompatan tertinggi kedua sepanjang masa, di belakang rekor dunia Kuba Javier Sotomayor 2,45 meter yang ditetapkan pada 1993.

Berbagi emas untuk satu nomor, seperti dilakukan Mutaz Essa Barshim dan Gianmarco Tamberi, adalah pertama kalinya dalam Olimpiade sejak 1912.

Latest news

Related news

- Advertisement -