Beranda News Diskreditkan TWK KPK, Kapitra Ampera ke Abdullah Hehamahua : Kerdil

Diskreditkan TWK KPK, Kapitra Ampera ke Abdullah Hehamahua : Kerdil

0
Diskreditkan TWK KPK, Kapitra Ampera ke Abdullah Hehamahua : Kerdil
Abdullah Hehamahua.

Indochannel.id – Pratisi hukum Kapitra Ampera menilai bahwa Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) adalah sebuah mekanisme yang lumrah di dalam peningkatan profesi jabatan publik.

“TWK itu kejadian biasa di setiap tingkat profesional masyarakat dan di instansi manapun,” kata kapitra di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Hanya saja menurut Kapitra, Abdullah Hehamahua selalu mempertontonkan kebusukannya sendiri dengan melemparkan tuduh-tuduhan liar ke orang-orang yang menurut halusinasinya memiliki dendam kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Abdullah Hehamhua justru melebarkan kejadian itu menjadi peristiwa yang justru menampar mukanya sendiri. Bertapa terselubungnya kebusukan dalam pikiran Abdullah itu,” cetusnya.

Tokoh aktivis 212 itu mengaku sangat menyesalkan sikap Abdullah Hehamahua dan beberap kalangan yang mendramatisir peristiwa TWK, apalagi sampai menuding bahwa proses alih status profesi pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) itu adalah sesuatu yang dzalim.

“Jujur saya sangat prihatin melihat kondisi seperti sekarang ini, sebagai anak bangsa dan pratisi hukum,” tandasnya.

Ia menuding bahwa Abdullah Hehamahua masih ingin tetap bercokol di lembaga antirasuah dengan basis orang-orang yang ada di dalamnya, walaupun saat ini dirinya sudah tidak berada di dalam kirarki kepengurusan di KPK.

“Apa betul cara seperti ini adalah cara yang jujur melihat permasalah yang ada, ataukah Abdullah sendiri yang memperlihatkan ambisinya untuk selalu ikut bercakram di KPK dengan mempermain kan iss yang sesungguhnya bukan isu,” ucap Kapitra.

Ditambahkan Kapitra, orang-orang kerdil hanya akan melihat masalah kecil dan menjadikannya masalah yang dibesar-besarkan.

“Itu lah sosoknya, jadi tidak perlu kita melayani orang-orang seperti Abdullah Hehamahua itu, kalau kita tidak ingin jadi kerdil,” pungkasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here