28 C
Jakarta
Sabtu, 19 Juni 2021
BerandaHeadlineJaga Ketahanan Pangan, Perum Bulog Akan Bangun 13 MRMP

Jaga Ketahanan Pangan, Perum Bulog Akan Bangun 13 MRMP

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Perum Bulog berupaya menjaga ketahanan pangan dengan pelaksanaan membuka 13 Modern Rice Milling Plant (MRMP) yang dapat memproduksi beras dari gabah yang disimpan dalam celo di berbagai kota di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso saat menyampaikan kinerja dan kesiapan Bulog dalam menghadapi bulan puasa dan hari raya Idul Fitri 2021 pada April – Mei 2021 dimana biasanya harga kebutuhan pokok akan melonjak.

- Advertisement -

“Pada program tahun ini kita fokus menstabilkan harga saat puasa dan lebaran yang tinggal 2,5 bulan. Karena pada umumnya seperti yang lalu-lalu, ada lonjakan harga kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, daging. Ini harus ada peran serta dari pemerintah melalui Bulog,” ujar Budi Waseso, Rabu (3/2/2021) dalam konferensi pers daring menggunakan Zoom.

Budi Waseso menyebutkan pihaknya terus berupaya mengejar ketertinggalan dengan mengikuti kemajuan dan perkembangan teknologi. Pihaknya saat ini tengah membangun sarana prasarana, pengembangan dan kelengkapan produksi beras melalui Modern Rice Milling Plant (MRMP).

“MRMP akan ada di 13 wilayah, sehingga kita dapat menyerap seluruh hasil panen gabah atau padi, biasanya kita melalui proses dryer yang mahal. Dengan adanya plant ini nanti di proses melalui penyimpanan di silo dan mesin berkualitas dan modern sehingga dapat di giling saat dibutuhkan. Bulog dapat memproduksi beras sendiri, tidak perlu lagi membeli dari pihak ketiga. Apabila MRMP ini sudah terbangun, maka beras Bulog akan jauh lebih murah. Mesin yang kita gunakan ini bagus, sehingga begitu di produksi kita hanya mengeluarkan beras kualitas premium dengan harga beras medium,” tambah Budi Waseso.

MRMP ini rencananya akan dibangun di 13 kota yakni Magetan, Bojonegoro, Banyuwangi, Jember, Sragen, Sumbawa, Kendal, Subang, Karawang, Bandar Lampung, Luwu Utara, Grobogan, dan Cirebon.

“Jadi tidak ada lagi beras kualitas jelek, beras berkutu. Sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat Indonesia serta dengan kualitas baik. Kita mulai musim panen ini akan menyerap gabah dari petani sebanyak-banyaknya dengan harga cukup tinggi menguntungkan petani yakni sebesar Rp 5.300/kg (sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020 harga Gabah Kering Giling di Gudang Bulog),” lanjut Budi Waseso.

Infrastruktur yang akan dibangun oleh Perum Bulog diantaranya yakni: 13 unit dryer dengan kapasitas masing-masing 120 ton/hari, 13 unit Milling dengan kapasitas masing-masing 6 ton per jam, dan 39 unit silo dengan kapasitas masing-masing 2.000 ton (3 unit per lokasi MRMP).Saat ini diketahui total stok beras Bulog 990 ribu ton baik untuk program CBP dan Komersial.

Latest news

Related news

- Advertisement -